RADARSOLO.COM-Puluhan warga yang tergabung dalam Serikat Tani Bumi Intanpari menggeruduk kantor DPRD Karanganyar, Selasa (24/9/2024).
Mereka menyuarakan aspirasi bertepatan dengan Hari Tani Nasional 2024.
Para petani mendesak penuntasan masalah pertanian. Terutama terkait ketersediaan air yang diduga diperjualbelikan oleh perusahaan air minum.
Koordinator Serikat Tani Bumi Intanpari Yoseph Harianto menjelaskan, sejak 2022, salah satu perusahaan air diduga mengambil air bersih dari sekitar 30 titik sumber air untuk dijual.
Sebab itu, Serikat Tani Bumi Intanpari berharap DPRD Karanganyar segera mengambil tindakan tegas dengan menghentikan monopoli air oleh perusahaan tersebut.
Salah satu caranya dengan menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang melindungi sumber mata air petani.
“Perusahaan ini mengambil air di banyak titik dan menjualnya. Kami ingin PDAM tidak memonopoli air. Kami mendesak perda yang melindungi sumber mata air untuk petani," tegas Yosep.
Selain masalah air, petani juga meminta Pemkab Karanganyar mengalokasikan anggaran infrastruktur pertanian tanpa adanya kepentingan politik.
Mereka menekankan pentingnya pembangunan irigasi dan jalan usaha tani yang berkeadilan dan bebas dari politisasi.
"Kami ingin alokasi anggaran untuk pertanian, terutama irigasi dan jalan usaha tani, benar-benar adil dan tidak dipolitisasi, karena ini sangat memengaruhi kehidupan petani," ungkap Yosep.
Tak lama setelah berorasi, massa ditemui ketua sementara DPRD Karanganyar Bagus Selo, Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertan PP) Titis Sri Jawoto, serta anggota DPRD Latri Sulistyowati.
Menanggapi aspirasi petani, Latri Sulistyowati menyatakan, akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran eksekutif. (rud/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono