RADARSOLO.COM - Desa Gajahan di Kecamatan Colomadu, Karanganyar tergolong desa yang kecil.
Ada beberapa potensi dan fakta unik dari desa ini.
Dikutip dari website resmi Pemerintah Desa Gajahan, desa ini memiliki cerita menarik di balik nama Gajahan.
Di mana era Kesultanan Mataram yang beribu kota di Kartasura, daerah Gajahan dulunya merupakan tempat memelihara gajah milik bangsawan keraton.
Mengingat secara geografis, Desa Gajahan hanya berada di sebelah utara Kecamatan Kartasura.
Tepat di pemakaman Gedong desa setempat terdapat sebuah pohon tanjung yang sering dipakai untuk mengikat gajah tersebut.
Dari situ, masyarakat menyebut wilayah ini sebagai Gajahan.
Kepala Desa Gajahan Lilis Nuryanti mengatakan, Desa Gajahan merupakan desa yang tergolong kecil. Bahkan hanya memiliki dua dusun. Yakni Dusun Ginung Gajahan dan Kasuran Gatak.
Dia menambahkan, Desa Gajahan kini sedang serius mengelola bank sampah. Di mana masyarakat ikut terlibat dalam daur ulang sampah dari botol bekas dan galon yang diolah menjadi barang bernilai jual.
"Warga desa Gajahan setiap bulannya setoran barang bekas di bank sampah. Kemudian uang yang didapat ditabung terlebih dahulu dan akan dibagikan sebelum Lebaran tiba," ujar Lilis kepada Radarsolo.com beberapa waktu lalu.
Nantinya, botol dan galon bekas tersebut diolah menjadi pot bunga seharga Rp 10.000. Selain itu bisa digunakan untuk hiasan rumah warga.
"Warga juga mengembangkan kolam peternakan lele dan gurami. Awalnya dulu hanya terdapat delapan kolam sekarang sudah pembesaran dan tambah menjadi 30 kolam," tandasnya. (mg4/adi)
Editor : Adi Pras