RADARSOLO.COM - Desa Jatirejo di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar mempunyai banyak potensi alam yang luar biasa.
Desa ini berada di lereng Gunung Lawu. Hal itu yang menjadikannya punya tanah subur.
Tak ayal ada banyak agrowisata yang dikembangkan warga setempat.
Kepala Desa Jatirejo Sugeng menjelaskan, Desa Jatirejo saat ini sedang naik daun dengan agrowisata kebun jambunya.
Ada sejumlah wisata petik kebun jambu kristal maupun jambu merah. Setiap akhir pekan, banyak wisatawan berkunjung ke Desa Jatirejo.
"Di Desa Jatirejo, kebanyakan warga yang mempunyai ladang ditanami jambu, hampir 75 persennya. Sisanya ditanami padi, ubi-ubian dan sayuran,'' ujar Sugeng kepada Radarsolo.com, beberapa waktu lalu.
Agrowisata tersebut muncul dari ide salah seorang warga yang memiliki lahan luas ditanami jambu. Kemudian dikembangkan menjadi wisata petik jambu sepuasnya.
"Kalau dibawa pulang diminta membayar, sementara kalau dimakan di tempat malah gratis sepuasnya," ucapnya.
Dia menambahkan, Desa Jatirejo memiliki empat dusun. Yakni dusun Sabrang Jugo, Jatirejo, Pondok Manduk, dan Candi.
Sejarah Desa Jatirejo berawal dari adanya pohon jati tua yang tumbuh sejak zaman nenek moyang. Dan ada istilah Jati Teken atau bisa disebut punden.
"Desa Jatirejo itu sejarahnya berawal dari teken (tongkat) jati yang ditancapkan ke tanah dan bisa tumbuh hidup sampai sekarang. Maka dari itu, Jatirejo itu berasal dari jati (pohon jati) dan rejo (ramai)," bebernya.
Sugeng menambahkan, yang baru berkembang di Jatirejo saat ini adalah banyak anak muda memproduksi sangkar burung dan dipasarkan ke luar kota seperti Yogyakarta, Klaten, Boyolali, Pati, Demak dan Bali.
"Sekarang anak muda disini tidak ada yang menganggur setelah adanya keterampilan pembuatan sangkar burung dan bisa membuka usaha sendiri dan dijual sampai ke luar kota" ucap sugeng. (mg4/adi)
Editor : Adi Pras