RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama dengan Polres dan Kejaksaan Negeri Karanganyar memberikan peringatan kepada ratusan pemilik kios pupuk lengkap (KPL) di 17 kecamatan untuk segera menuntaskan penyaluran pupuk bersubsidi.
Pasalnya, persentase penebusan dan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Karanganyar sampai November baru mencapai 70 persen dari alokasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
”Setelah saya lihat datanya ini tadi, ternyata ketersediaan pupuk bersubsidi di Karanganyar masih ada, tapi kenapa kok beberapa petani selalu mengeluh kalau masih kesulitan pupuk, ini ada apa?” tegas Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi saat pembinaan dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Karanganyar tahun 2024 di Pendapa Raden Mas Said Rumah Dinas Bupati, Selasa (10/12/2024).
Dengan adanya hal tersebut, pihaknya berharap pengelola KPL bisa memecahkan permasalahan tersebut.
”Disparitas harga pupuk subsidi dan nonsubsidi itu terlalu tinggi. Nah oleh karena itu, dengan masih adanya ketersediaan pupuk tersebut, mari kita pecahkan permasalahan itu. Kenapa di kalangan tingkat petani, mereka masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk itu,” imbuh Timotius.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dipertan PP) Kabupaten Karanganyar Yopi Eka Jati Wibowo mengungkapkan, pembinaan dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Karanganyar pada 2024 dilakukan terhadap 157 KPL.
Sebelumnya juga menjadi konsen dari pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Karanganyar Periode 2024 - 2029 Rober Christanto - Adhe Eliana.
”Harapan kita nanti dengan adanya kegaitan ini, di tahun 2025 tidak ada lagi petani yang kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” paparnya.
Dari data yang diperoleh Dispertan PP, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Karanganyar pupuk jenis Urea mendapatkan alokasi 22.322.357 kg, di mana 15.086.500 Kg sudah dilakukan penebusan. Sedangkan untuk penyaluran sendiri yakni sudah mencapai 14.002.188 kg.
Sedangkan untuk jenis pupuk NPK alokasi 18.068.693 kg, sudah ditebus sebanyak 13.406.400 kg, dan baru tersalurkan yakni 12.736.590 kg.
Kemudian untuk pupuk jenis Organik Grandul dari alokasi 5.456.000 kg, baik penebusan maupun penyaluran baru dilakukan sebanyak 610.000 kg. (rud/adi)
Editor : Adi Pras