RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menanam sebanyak 8.540 berbagai jenis tanaman dalam program Ijo Royo-Royo sejak 2018 hingga 2024.
Program ini setiap tahunnya dilakukan pada 15 Desember.
Harapannya menghijaukan lingkungan, meningkatkan kualitas udara, dan mendukung kelestarian alam di wilayah Karanganyar.
Selain itu wujud komitmen Pemkab Karanganyar dalam upaya pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar Sunarno mengungkapkan, sejak 2018 gerakan Ijo Royo - Royo yang sebelumnya digagas oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar pasangan Juliyatmono - Rober Christanto tersebut, sampai saat ini sudah menanam 8.540 batang pohon di sejumlah wilayah.
"Tahun 2018 kami lakukan di lapangan desa Doplang, Karangpandan sebanyak 250 batang, kemudian pada 2020 di plasa Alun-Alun Karanganyar sebanyak 250 batang," ujar Sunarno.
"Pada 2021 sebanyak 400 batang di tanam di Desa Kemuning, Ngargoyoso, kemudian pada 2022 di Desa Doplang, Karangpandan sebanyak 1.000 batang, 2023 di sepanjang Jalan Tentara Pelajar sebanyak 150 batang dan disusul di 17 kecamatan sebanyak 500 batang," imbuhnya.
Sementara tahun ini ada 5.040 batang pohon yang ditanam di Desa Sukosari Jumantono sebanyak 1.040 batang
Kemudian di Desa Nglebak, Tawangmangu 1.550 batang, TPS di Matesih sebanyak 100 batang, TPS Munggur Mojogedang 50 batang, TPS Jaten sebanyak 50 batang.
Lalu Desa Sukosari yang terdampak sampah sebanyak 250 batang, desa Plumbon, Tawangmangu sebanyak 1.800 batang, dan yang terakhir adalah di Desa Berjo, Ngargoyoso sebanyak 200 batang.
"Bibit yang ditanam di antaranya pohon kelapa kopyor, Durian Musang King, Durian Duri Hitam, Alpukat Redvelvet, Alpukat Miki, serta Nangka Jumbo, dan bahkan tanaman langka seperti batang pohon pule, Tabebuya serta Pranajiwa," ungkapnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras