RADARSOLO.COM - Nilai tunggakan rekening air bersih di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar hingga akhir 2024 tercatat mencapai Rp 500 juta.
Menurut Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar Prihanto, tunggakan Rp 500 juta tersebut berasal dari empat ribuan pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah Karanganyar.
"Ya tunggakan itu biasanya karena adanya masyarakat yang melakukan investasi bangun perumahan. Kemudian setelah itu ditinggal atau dikontrakan dan yang ngontrak itu tidak membayar tagihan, ada juga kos-kosan. Atau lahan kosong yang dipasangi sambungan air," terang Prihanto.
Meski demikian, Prihanto mengungkapkan hal tersebut tidak mengganggu kinerja keuangan perusahaan.
Lantaran sesuai mekanisme, jika pelanggan tidak membayar tagihan rekening selama tiga bulan, maka meteran airnya akan dicabut.
"Nanti setelah pencabutan itu, pelanggan bisa menyambungkan kembali meteran airnya, dengan menggunakan layanan BKPB (buka kembali pasang baru)," beber Prihanto.
"Pelanggan dikenai biaya seperti pasang sambungan baru, plus denda karena keterlambatan tunggakan," paparnya.
Disinggung terkait berapa setoran PUDAM Tirta Lawu ke kas daerah Kabupaten Karanganyar, Prihanto mengungkapkan, pada 2024 pihaknya menyetorkan pendapatan Rp 3,29 miliar.
"Hingga akhir tahun ini, jumlah pelanggan sebanyak 78.889 pelanggan. Tahun 2024 ada penambahan 2.086 pelanggan baru, dari target 2 ribu pelanggan. Tahun 2025 pun kami menargetkan penambahan 2 ribu pelanggan baru," jelasnya.
Prihanto menjelaskan, selama 2024, ada tujuh investasi utama yang digarap PUDAM Tirta Lawu senilai Rp 18 miliar.
Di mana dua di antaranya adalah pengembangan jaringan transmisi jalur lingkar selatan (JLS) segmen I (Serut Popongan-Jembatan Temu Ireng) dan segmen II (Jembatan Temu Ireng-perempatan Lalung).
''Pengembangan jaringan JLS segmen III rencananya dilaksanakan pada 2025 dari perempatan Lalung hingga Taman Pancasila, senilai Rp 3 miliar," tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras