Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Harga Sapi di Karanganyar Anjlok karena PMK: Dulu Per Ekor Rp 15 Juta, Kini di Luar Nalar

Rudi Hartono RS • Kamis, 9 Januari 2025 | 19:10 WIB
Pasar Hewan Karangpandan, Karanganyar sepi sejak merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Pasar Hewan Karangpandan, Karanganyar sepi sejak merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) mengakibatkan sejumlah pasar hewan di Kabupaten Karanganyar sepi.

Peternak maupun penjual hewan memilih menunda menjual hewannya karena khawatir terkena PMK.

Seperti pantauan di Pasar Hewan Karangpandan yang ramai setiap hari wage tersebut, terlihat sepi.

Tidak seperti biasanya yang penuh dengan penjual maupun pembeli sapi maupun kambing dari berbagai daerah.

"Mulai pasaran kemarin sudah sepi, paling hanya beberapa saja, itupun diawasi ketat oleh petugas," ujar salah seorang pedagang sapi asal Matesih Sudarno, 62, Kamis (9/1/2025).

"Kemarin malah ada dua ekor sapi yang hanya dijual Rp 12 juta. Padahal biasanya satu ekor sapi bisa laku Rp 15  sampai Rp 17 juta," imbuhnya.

Pihaknya berharap pemerintah segera memberikan solusi terhadap sejumlah perternak dan pedagang sapi agar perekonomian mereka kembali normal.

"Ya kalau kondisi seperti ini, kami yang pedagang kecil tidak berani apa-apa. Dari pada risiko, harga murah tapi nanti kalau dibawa pulang kemudian tiga atau lima hari mati kami juga tidak mau bersepekulasi, paling yang main mereka pedagang besar - besar itu saja," ungkapnya.

Senada diungkapkan Martono, pedagang sapi asal Mojogedang. Sejak adanya PMK yang masuk di wilayah Kabupaten Karanganyar, banyak peternak yang menjual sapi mereka dengan harga yang murah.

"Meskipun dijual murah, kami pedagang itu juga mikir-mikir. Ya kalau itu nanti sehat, kalau nanti kena PMK, pedagang juga tidak mau rugi mas," ungkapnya.

Sementara itu, petugas medik Dispertan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar Faturohman mengaku sampai saat ini kasus PMK di Kabupaten Karanganyar mengalami peningkatan.

"Ada kenaikan kasus dari 10 kasus sekarang mencapai 50 kasus. Tersebar di sejumlah kecamatan, kemudian sembilan ekor sapi tercatat mati diduga karena terserang virus PMK," jelasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) #wage #matesih #Pasar Hewan Karangpandan #mojogedang