Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tumpukan Sampah Dituding Sebabkan Banjir di Desa Waru, Pemdes Kebak Karanganyar Menyangkal: Begini Penjelasannya

Rudi Hartono RS • Minggu, 2 Februari 2025 | 20:18 WIB
Alat berat dikerahkan untuk mengeruk sampah di tepi sungai Desa Kebak, Kebakkramat, Karanganyar.
Alat berat dikerahkan untuk mengeruk sampah di tepi sungai Desa Kebak, Kebakkramat, Karanganyar.

RADARSOLO.COM- Penanganan sampah di Solo Raya menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Termasuk di Karanganyar.

Pemerintah Desa Kebak, Kebakkramat, Karanganyar melakukan upaya ekstra menangani gunung sampah yang diduga mencemari sungai di Desa Waru, Kebakkramat.

Satu unit alat berat dikerahkan untuk mengeruk gunung sampah di tepi sungai.

Selain melakukan pembersihan, Pemerintah Desa Kebak juga akan mengadakan musyawarah dengan tokoh masyarakat dan relawan guna membahas solusi jangka panjang pengelolaan sampah.

Sekretaris Desa Kebak Sukarno menyampaikan, sampah yang menumpuk berasal dari berbagai wilayah dan selama ini hanya dibakar tanpa pengolahan lebih lanjut.

"Kami berencana membentuk tim khusus untuk menangani pengelolaan sampah ini," terang Sukarno.

"Saat ini, langkah awal yang kami lakukan adalah menata dan membersihkan sampah yang berpotensi jatuh ke sungai," imbuhnya.

Terkait tuduhan bahwa banjir di Desa Waru disebabkan oleh tumpukan sampah di Desa Kebak, Sukarno membantah hal tersebut.

Menurutnya, banjir lebih disebabkan oleh kontur wilayah Desa Waru yang lebih rendah dan berdekatan dengan aliran Sungai Bengawan Solo.

"Jarak TPS di Kebak dengan Waru cukup jauh. Tidak mungkin banjir di Waru sepenuhnya disebabkan oleh sampah di Kebak. Sepanjang sungai ini memang terdapat beberapa titik tumpukan sampah yang perlu perhatian," tegasnya.

Sebelumnya, warga Desa Kebak dan Waru menyampaikan kekhawatiran bahwa tumpukan sampah yang tidak terurus di TPS akan menjadi masalah besar.

Baca Juga: Menatap Pra Porprov 2025, KONI Klaten Pastikan lakukan Seleksi Ketat Atlet

Selain berpotensi menyebabkan banjir, sampah yang mencemari sungai juga dapat merusak ekosistem.

Isriyanto, salah satu relawan sungai Kecamatan Kebakkramat mengaku menerima keluhan dari warga Desa Waru terkait banjir yang sering terjadi di sekitar mereka.

Setelah melakukan pengecekan, ia menemukan adanya tumpukan sampah yang dibiarkan tanpa pengolahan di salah satu wilayah Desa Kebak.

"Kami berharap ada pengelolaan sampah yang lebih baik di TPS. Jangan hanya sebatas tempat pembuangan, tapi juga ada proses pengolahan agar sampah tidak berakhir di sungai dan menimbulkan banjir," ujar Isriyanto. (rud/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#sungai #karanganyar #banjir #Desa Kebak #Tumpukan #Waru #kebakkramat #sampah