RADARSOLO.COM – Kejadian yang mengejutkan menimpa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah Sumanto.
Nomor handphone pribadi beliau diketahui telah dibajak atau diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Oknum pelaku peretasan tersebut kemudian memanfaatkan nomor yang telah dibajak untuk mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada sejumlah kontak yang terdaftar, termasuk beberapa pejabat pemerintahan dan legislatif di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Dalam pesan tersebut, pelaku meminta pinjaman uang dengan menyebutkan jumlah sebesar Rp 10 juta.
"Bisa minta tolong punya saldo 10jt di rekening gak pinjam dulu nanti sore jam 4 saya balik in," tulis pesan yang dikirimkan oleh pelaku kepada sejumlah kontak.
Baca Juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Medsos untuk Pengembangan Diri
Pesan tersebut, yang terkesan mendesak, tersebar ke banyak pihak, baik itu warga biasa hingga pejabat tinggi, seolah berasal dari Sumanto.
Namun, menurut Kholis, salah satu staf Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto menegaskan bahwa pesan semacam itu tidak pernah ia kirimkan.
"Beliau itu tidak pernah mengirimkan pesan seperti itu. Apalagi meminta sejumlah uang," ujar Kholis.
Baca Juga: Tekan Angka Kemiskinan, Ketua DPRD Jateng Sumanto Singgung Pentingnya Satu Data
Ia juga menambahkan bahwa nomor handphone milik Sumanto, dengan kode +62 812-2652-841, saat ini sedang terkena peretasan dan digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kholis mengimbau agar siapa pun yang menerima pesan semacam itu agar tidak merespons.
"Kami mohon untuk tidak merespons pesan apapun yang mengatasnamakan beliau, terutama yang meminta sesuatu," tegas Kholis, saat dihubungi oleh Jawa Pos Radar Solo.
Kasus peretasan ini menambah daftar panjang aksi-aksi kejahatan digital yang merugikan pihak-pihak yang menjadi sasaran. Pihak terkait diharapkan segera menyelidiki dan menindaklanjuti kejadian ini. (rud/nik)
Editor : Niko auglandy