RADARSOLO.COM – Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Selo, menegaskan bahwa delapan pokok pikiran yang telah dirancang DPRD harus segera dibahas dan direalisasikan oleh pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2026 dan Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RPJMD 2025-2029 pada Selasa (18/3/2025).
Menurut Bagus Selo, delapan poin utama yang menjadi perhatian dalam pembangunan Karanganyar mencakup:
- Pengentasan Kemiskinan
- Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
- Penanganan Stunting
- Pertumbuhan Ekonomi
- Mengendalikan Inflasi Daerah
- Pembangunan Infrastruktur Wilayah
- Ketahanan Pangan
- Pengelolaan Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
"Sebagai pendukung arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026, dan berdasarkan masukan dari anggota DPRD, delapan pokok pikiran ini harus menjadi prioritas dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Karanganyar," ujar Bagus Selo.
Digitalisasi Pemerintahan Harus Ditingkatkan
Selain fokus pada kesejahteraan masyarakat, Bagus Selo juga menyoroti pentingnya Merit System dan Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi pelayanan publik.
"Digitalisasi pemerintahan harus terus ditingkatkan agar birokrasi semakin transparan dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan mudah," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Wakil Bupati Adhe Eliana (Berlian) menekankan pentingnya kolaborasi semua elemen masyarakat, Forkopimda, dan DPRD untuk membangun Karanganyar yang lebih maju.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk mewujudkan Karanganyar yang lebih baik, dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Bersama, kita akan membentuk Karanganyar Baru," kata Rober Christanto.
Dengan delapan pokok pikiran yang menjadi landasan perencanaan pembangunan, DPRD dan Pemkab Karanganyar optimis mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dalam lima tahun ke depan. (dam)
Editor : Damianus Bram