RADARSOLO.COM – Sebuah ledakan petasan yang terjadi di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, tidak hanya menyebabkan enam orang terluka, tetapi juga merusak dua rumah warga di sekitarnya.
Insiden ini berlangsung pada Selasa (25/3/2025) malam di rumah Murtini, warga Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, yang saat itu juga mengalami luka.
Saksi mata, Sutrisno, mengungkapkan bahwa ledakan tersebut terjadi ketika ia sedang bekerja sebagai juru parkir dan tidak berada di rumah.
“Saat saya kembali sekitar pukul 23.00 WIB, petugas kepolisian sudah ada di tempat kejadian. Saya mendapati atap rumah saya rusak parah, plafon jatuh, dan dapur saya ambruk,” kata Sutrisno.
Mulyono, tetangga Murtini yang tinggal di sebelah barat, juga mengalami kerusakan serius pada rumahnya, termasuk kerangka atap yang rusak dan kaca jendela yang pecah.
“Plafon di ruang tamu dan kamar retak, dan kaca jendela pecah karena dampak ledakan,” tambah Mulyono.
Korban luka akibat ledakan tersebut dirawat di beberapa rumah sakit di Karanganyar, termasuk RS Kustati dan RS Moewardi. Berikut adalah daftar nama korban dan kondisinya:
- Idris Dwi Nur Cahyo (14) - mengalami luka bakar pada wajah dan kaki, dirawat di RS Kustati.
- Rulviano Gassan Fahlevi (15) - luka bakar di sekujur tubuh, dirawat di RS Moewardi.
- Kevin Pratama Yudha (15) - luka bakar dan robek pada kaki, dirawat di RS PKU Muhammadiyah.
- Ardiansyah Leo Framzmuji (15) - luka bakar di sekujur tubuh dan mata kiri, dirawat di RS Moewardi.
- Murtini (43) - luka robek pada dahi kanan, dirawat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.
- Irfan Agung Nugroho (14) - luka bakar pada kaki dan tangan, dirawat di RS PKU Karanganyar.
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti ledakan dan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut.
Insiden ini mengingatkan kembali tentang bahaya penggunaan petasan yang tidak terkontrol. (rud)
Editor : Damianus Bram