RADARSOLO.COM – Suasana malam di sebuah lingkungan di Tawangmangu berubah menjadi ketegangan saat suara ledakan petasan yang keras menyerupai dentuman bom terdengar dan menyebabkan enam orang mengalami luka-luka serta kerusakan atap di beberapa rumah.
Ledakan tersebut terjadi di rumah Murtini (40) yang juga menyebabkan luka serius pada dirinya dan anaknya, Rulviano Gassan Vahlevi (15).
Kepada RadarSolo.com, Mulyono (63), tetangga Murtini, menggambarkan kejadian malam itu.
"Baru beberapa menit berbaring untuk tidur, saya dikejutkan oleh suara yang sangat keras mirip bom. Ternyata, suara itu berasal dari atap rumah Murtini, di mana beberapa remaja sedang bermain petasan," ungkap Mulyono.
Insiden ini terjadi ketika Murtini dan beberapa remaja, termasuk anaknya, berada di lantai dua rumah.
Mulyono, yang tinggal di sebelah barat rumah Murtini, mengalami kerusakan pada bangunannya sendiri, termasuk retakan pada beberapa atap dan pecahnya kaca jendela.
"Awalnya saya tidak tahu kalau ada anak-anak bermain petasan di rumah Murtini. Saya pikir beliau hanya bekerja di rumah makan," lanjut Mulyono.
Kejadian ini langsung memicu respons cepat dari Mulyono yang bergegas keluar rumah dan menemukan para remaja dalam kondisi luka-luka.
Korban yang luka-luka kemudian dibawa ke Puskesmas Tawangmangu untuk mendapatkan perawatan.
Selain Rulviano, ada empat remaja lain yang menjadi korban dalam insiden ini. Mereka mengalami berbagai luka akibat ledakan tersebut.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan menjadi peringatan keras tentang bahaya bermain petasan, terutama di area padat penduduk. (rud)
Editor : Damianus Bram