RADARSOLO.COM - Alas Krendowahono merupakan kawasan hutan yang berada di wilayah utara Karanganyar, tepatnya di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo.
Secara geografis, letaknya berada di jalur strategis penghubung antar desa. Namun hutan ini dikenal masyarakat sekitar bukan hanya karena keindahan alamnya, melainkan karena aura mistis yang sangat kuat.
Menurut cerita turun-temurun, Alas Krendowahono dulunya merupakan lokasi petilasan atau tempat bertapa para tokoh spiritual dan sesepuh dari zaman kerajaan Mataram Islam.
Beberapa sumber menyebut bahwa hutan ini pernah dijadikan tempat persembunyian dan pelarian para prajurit dan tokoh penting yang sedang menghindari kejaran musuh.
Selain itu, sebagian warga percaya bahwa di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur atau keramat yang tidak boleh diganggu.
Mereka meyakini bahwa tempat-tempat tertentu di dalam hutan merupakan gerbang menuju alam gaib.
Menurut Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat, ada beberapa larangan bagi warga yang berkunjung di lokasi tersebut.
Salah satu mitos yang paling dikenal adalah larangan menoleh ke belakang jika mendengar suara aneh di malam hari seperti tangisan atau panggilan nama.
Warga percaya, siapa pun yang menoleh akan disesatkan oleh penunggu hutan dan bisa hilang tanpa jejak.
"Banyak kesaksian warga yang melihat penampakan perempuan berbaju putih berdiri di dekat pohon besar atau berjalan pelan di jalan setapak. Sosok ini dipercaya sebagai penunggu hutan atau arwah gentayangan dari masa lalu. Kemudian ada pohon Waru tua sebagai pintu gaib," ungkapnya.
Lebih lanjut diungkapkan Syarif, ada beberapa tradisi dan pantangan bagi warga yang datang ke Alas Krendowahono seperti dilarang untuk tidak sembarangan bicara kasar, buang air, atau mengambil sesuatu dari hutan tanpa izin.
Alas Krendowahono bukan hanya tempat fisik, tapi juga ruang budaya dan spiritual yang hidup dalam ingatan kolektif warga.
Meski zaman berubah, aura mistisnya tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga kini.
Disinggung dengan adanya beberapa mitos yang berkembang sampai saat ini, Syarif mengungkapkan, banyak kejadian aneh masih terjadi di sekitar Alas Krendowahono.
Alas tersebut juga sering dijadikan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta sebagai salah satu lokasi untuk upacara adat.
Beberapa orang yang melintas di lokasi tersebut dengan menggunakan sepeda motor sering mengalami kemacetan.
Kemudian orang hilang lalu kembali dalam keadaan linglung, hingga kesurupan saat melewati jalan dekat hutan.
"Masyarakat mempercayai bahwa selama pantangan dijaga, para penunggu dari dunia lain itu tidak akan mengganggu. Tapi jika dilanggar, maka murka gaib bisa datang kapan saja," tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras