Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cegah Merebaknya TBC, Pemkab Karanganyar Keluarkan Formula ”Sedap Betul Jamuku”: Ini Penjelasannya

Rudi Hartono RS • Selasa, 29 April 2025 | 23:14 WIB
Sekda Karanganyar Timotius Suryadi saat launching program Sedap Betul Jamuku untuk cegah TBC. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Sekda Karanganyar Timotius Suryadi saat launching program Sedap Betul Jamuku untuk cegah TBC. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar terus berupaya menekan angka putus pengobatan pada pasien Tuberkulosis (TBC).

Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni dengan mengoptimalkan inovasi Sistem Digital Platform Bagi Pasien TBC Lancar Dapatkan Jaminan Kesehatan atau disingkat Sedap Betul Jamuku.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Karanganyar, Retno Sawartuti menjelaskan, pengobatan TBC harus dijalani selama enam bulan tanpa henti agar efektif.

Meski obat TBC disediakan gratis oleh pemerintah, pasien sering kali mengalami kendala dalam membayar biaya penunjang perawatan akibat tidak memiliki keanggotaan aktif di program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan.

”Melalui inovasi Sedap Betul Jamuku, kami bridging data pasien TBC dengan data kepesertaan JKN. Jika ditemukan pasien yang tidak aktif, statusnya langsung kami aktifkan saat itu juga melalui JKN APBD,” kata Retno, Selasa (29/4/2025).

Langkah aktivasi kepesertaan ini dilakukan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Karanganyar, di mana pasien TBC termasuk dalam kategori masyarakat berisiko yang biaya kesehatannya ditanggung pemerintah daerah.

”Inovasi ini sangat membantu pasien agar tidak terputus pengobatannya hanya karena terkendala biaya perawatan. Pasien juga tidak perlu repot mengurus aktivasi BPJS sendiri, karena langsung kami tangani,” jelas Retno.

Dia menambahkan, Pemkab Karanganyar telah mengalokasikan anggaran dari APBD tahun ini khusus untuk membayar premi BPJS bagi pasien TBC yang memerlukan.

Dengan inovasi ini, Dinkes Kabupaten Karanganyar berharap tak ada lagi pasien TBC yang berhenti berobat di tengah jalan, sehingga pengendalian penyakit menular tersebut dapat lebih maksimal. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#dinas kesehatan #tuberkulosis #karanganyar #Dinkes #TBC #bpjs kesehatan #jaminan kesehatan nasional