Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

DPRD Provinsi Jateng dan Pemkab Karanganyar Wacanakan Revitalisasi Pabrik Gula Tasikmadu

Rudi Hartono RS • Kamis, 1 Mei 2025 | 17:15 WIB
Pabrik Gula (PG) Tasikmadu di Kabupaten Karanganyar dengan agrowisata Sondokoro. (Adi Prasetyawan/Dok.Radar Solo)
Pabrik Gula (PG) Tasikmadu di Kabupaten Karanganyar dengan agrowisata Sondokoro. (Adi Prasetyawan/Dok.Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Langkah serius ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bersama Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto dalam upaya menyelamatkan dan mengembangkan Pabrik Gula (PG) Tasikmadu yang saat ini mulai tidak beroperasi lagi.

Pabrik gula yang memiliki Agrowisata Sondokoro tersebut, dinilai memiliki nilai sejarah tinggi dan berpotensi besar sebagai destinasi wisata sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Sumanto menegaskan, saat ini penting untuk pelestarian bangunan bersejarah tersebut. Pihaknya menyebut bahwa Karanganyar saat ini minim akan cagar budaya.

Revitalisasi PG Tasikmadu bisa menjadi terobosan penting, yang nantinya akan dipercaya sebagai salah satu lokasi cagar budaya.

Sehingga diharapkan mendongkrak pendapatan daerah dan perekonomian rakyat.

“Bangunan PG Tasikmadu memiliki nilai sejarah tinggi. Kita harus buat konsep yang mengembalikan bentuk aslinya. Nanti di dalamnya bisa kita ceritakan sejarah, termasuk adanya petilasan. Ini akan menjadi objek wisata yang menambah PAD,” ujar Sumanto.

Tak hanya itu, Ketua DPRD Jateng tersebut juga mengusulkan skema kerja sama antara BUMN pemilik PG Tasikmadu dengan BUMD.

“Secara prinsip diperbolehkan, tinggal bagaimana kita kemas. Ada 50 rumah di dalam kawasan, lahan pertanian pun bisa dikelola. Warga yang ada harus dilibatkan untuk mengelola agar mereka mendapat pekerjaan dari kawasan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christantobmenegaskan revitalisasi PG Tasikmadu menjadi prioritas.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan BUMD Aneka Usaha untuk mendesain ulang kawasan pabrik tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

“Saya sempat diskusi dengan Pak Manto. Kami sepakat menjaga cagar budaya PG Tasikmadu. Kita tahu PTPN IX sudah kewalahan, maka kita inisiasi bersama UNS untuk merancang desain yang cocok dan bermanfaat,” ungkap bupati.

Bupati juga mengungkapkan bahwa saat ini ada beberapa investor yang tertarik untuk turut serta dalam pengembangan kawasan tersebut.

Senada, Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekda Karanganyar, Titis Sri Jawoto, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan PG Tasikmadu sejalan dengan upaya memaksimalkan potensi daerah, khususnya kawasan Intanpari (Industri, Pertanian, dan Pariwisata).

“Pabrik Gula Tasikmadu masuk dalam kawasan perkotaan, dan terintegrasi dengan empat kecamatan. Potensi ini sangat besar jika dikelola dengan baik,” katanya.

Revitalisasi PG Tasikmadu diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya, namun juga menjadi motor penggerak ekonomi Karanganyar melalui pariwisata sejarah dan pemberdayaan masyarakat lokal. (rud/adi) 

Editor : Adi Pras
#pabrik gula tasikmadu #karanganyar #tasikmadu #sumanto #warisan budaya #sondokoro #revitalisasi