RADARSOLO.COM-Puluhan nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Dinar Mulia menggeruduk kantor koperasi yang terletak di Jalan Lawu, Karanganyar, Senin (5/5).
Mereka mendesak pencairan dana simpanan dan bagi hasil yang macet sejak akhir 2024.
Meski aksi tersebut berlangsung dengan damai, tampak jelas kekecewaan para nasabah.
Mereka membawa spanduk berisi tuntutan dan mencoba menemui pemilik koperasi, Umi Munawaroh.
Namun, kantor BMT Dinar Mulia yang seharusnya beroperasi terlihat kosong dan tidak ada aktivitas.
“Saya sudah simpan Rp 250 juta sejak 2021. Awalnya lancar, setiap bulan saya terima bagi hasil. Namun, sejak Desember 2024, transfer tersebut berhenti," ujar Ny Margo, nasabah dari Wonogiri.
"Saya coba hubungi, tapi tidak ada jawaban. Ternyata, banyak nasabah lain yang mengalami hal serupa,” lanjut dia.
Saefudin, koordinator nasabah menjelaskan, total nasabah yang terdampak sekitar 8.000 orang dengan total simpanan mencapai Rp 32 miliar.
“Tahun 2023 masih ada Rapat Anggota Tahunan (RAT), tapi tahun 2024 tidak ada. Tidak ada kejelasan soal pencairan dana. Katanya koperasi akan menjual aset, tetapi hingga saat ini, belum ada perkembangan,” bebernya.
Sebagian nasabah telah melaporkan kejadian ini ke polisi.
“Kami ingin dana kami kembali. Sejauh ini, ada 72 nasabah yang melaporkan kasus ini secara resmi (ke polisi), sementara lainnya memilih jalur sendiri-sendiri,” ungkap Saefudin.
Baca Juga: Kedapatan Transaksi Narkoba di Jalan Sukowati, Warga Karangmalang Dibekuk Polres Sragen
Hingga berita ini ditayangkan, pihak KSPPS BMT Dinar Mulia belum memberikan klarifikasi. (rud/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono