RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen mewujudkan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Itu diwujudkan dalam penandatanganan pakta integritas di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, kemarin (7/5).
Sebanyak 75 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Terdiri dari unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkompimda), kepala dinas terkait, para camat, ketua MKKS, K3TK, dewan pengawas pendidikan, serta ketua PGRI.
Acara ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi mekanisme dan kebijakan penerimaan siswa baru khususnya di Pemerintahan Kabupaten Karanganyar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar Agam Bintoro menegaskan, kegiatan ini memastikan pelaksanaan SPMB berjalan secara objektif, adil, dan bebas diskriminasi.
Selain itu menjadi sarana penyampaian informasi kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai jalur, syarat, dan kebijakan terbaru terkait proses pendaftaran.
”Pakta integritas ini adalah pijakan awal untuk menciptakan sistem yang akuntabel dan dapat dipercaya publik,” ujar Agam.
Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan pentingnya penerimaan siswa baru sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Dia menilai keterlibatan lintas lembaga, termasuk Ombudsman, TNI/Polri, Kejaksaan, Inspektorat Daerah, hingga BBPMP Jawa Tengah merupakan bentuk komitmen kolektif menuju tata kelola pendidikan yang bersih.
”Proses SPMB harus mencerminkan nilai-nilai objektivitas dan keadilan. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan harus terus dijaga,” tegasnya.
Baca Juga: Pengedar Sabu di Karanganyar Dikendalikan Narapidana dari Lapas, Diminta Antar Barang ke Pembeli
Untuk Tahun Ajaran 2025/2026, pelaksanaan SPMB Karanganyar dibuka melalui empat jalur utama. Yakni jalur zonasi (domisili), jalur prestasi, jalur afirmasi dan jalur mutasi.
Bupati Rober mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya berhenti pada penandatanganan simbolis, tetapi juga menjalankan isi pakta dengan penuh tanggung jawab.
”Mari kita jadikan proses SPMB ini sebagai cerminan sistem pendidikan yang adil dan berpihak pada masa depan anak-anak kita,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras