Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Duh! Banyak Sumber Air di Karanganyar Dimanfaatkan Kabupaten Lain, Ini Kata Direktur PUDAM Tirta Lawu

Rudi Hartono RS • Sabtu, 10 Mei 2025 | 04:24 WIB
Pengecekan sumber mata air milik PUDAM Tirta Lawu Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Pengecekan sumber mata air milik PUDAM Tirta Lawu Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sejumlah mata air di Kabupaten Karanganyar yang memiliki potensi pendapatan daerah justru dimanfaatkan daerah tetangga. Ironisnya, pemanfaatan itu tanpa kontribusi signifikan bagi daerah asal.

Hal itu diungkapkan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar, Prihanto saat rakor bersama Komisi B DPRD Karanganyar.

”Banyak mata air yang sebenarnya milik Karanganyar, tapi justru digunakan oleh kabupaten lain,” ujar Prihanto, Selasa (6/5/2025).

Dia mencontohkan mata air besar di wilayah Mongkrang. Secara geografis mengalir ke arah timur dan kini dimanfaatkan oleh warga Kabupaten Magetan.

Padahal Bukit Mongkrang berada di antara Kecamatan Tawangmangu dan Jatiyoso. Upaya awal sudah dilakukan pihak PUDAM dalam bentuk komunikasi informal. Namun penyelesaiannya memerlukan keterlibatan langsung para kepala daerah.

”Saya sudah coba komunikasi ke pihak Magetan. Tapi ini harus bupati dan bupati yang duduk bersama. Begitu juga yang terjadi di wilayah Jenawi, airnya jatuh ke wilayah Ngawi, ini perlu pendekatan antarpemimpin daerah,” ungkapnya.

Prihanto menambahkan, kondisi serupa juga ditemukan di mata air Ondo-Ondo, Kecamatan Jatiyoso. Mata air berdebit besar ini banyak dimanfaatkan oleh warga di daerah Wonogiri.

Prihanto menegaskan, sumber daya tersebut adalah potensi ekonomi yang belum digarap maksimal.

”Ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Karanganyar. Kami dari PUDAM sudah membuka jalan kerja sama, tinggal bagaimana stakeholder, terutama para bupati, bisa duduk bersama, menyatukan visi dan menyepakati pola pengelolaan,” tegasnya.

Dia menambahkan, pengelolaan air lintas wilayah ini tidak bisa lagi dibiarkan tanpa regulasi dan kompensasi yang jelas.

Menurutnya, perlu ada skema kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. Namun tetap memprioritaskan hak Karanganyar sebagai daerah sumber.

”Air ini bukan hanya soal kebutuhan hidup, tapi juga soal kedaulatan dan keberlanjutan daerah. Kita harus berpikir jangka panjang,” tandasnya. (rud/adi)

 

Editor : Adi Pras
#tawangmangu #jenawi #karanganyar #DPRD Karanganyar #mata air #PUDAM #PUDAM Tirta Lawu #mongkrang #jatiyoso