RADARSOLO.COM-Tenggelamnya, CFR, 9, siswi asal Mojolaban, Sukoharjo di kolam renang Intanpari Karanganyar hingga menyebabkan meninggal dunia, Senin (12/5/2025) sedang diusut polisi.
Pihak Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha selaku pengelola kolam renang Intanpari memastikan bahwa seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai standard operational procedure (SOP).
Hasil penyelidikan polisi, berdasarkan keterangan pihak keluarga, CFR mahir berenang dan sudah sering ke kolam renang Intanpari.
Namun soal CFR yang sudah mahir berenang dibantah oleh PUD Aneka Usaha.
Versi PUD Aneka Usaha berdasarkan keterangan petugas penjaga kolam renang Intanpari, CFR awalnya ditinggal oleh neneknya ke kamar mandi.
Saat itulah CFR tenggelam karena diduga memang belum bisa berenang.
Petugas segera memberikan pertolongan pertama dan melarikan CFR ke RSUD Karanganyar.
Namun sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. “Korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit,” terang Direktur PUD Aneka Usaha Samidi saat memberikan klarifikasi, Selasa (13/5/2025) sore.
Ditambahkan Samidi, saat dibawa ke RSUD, tak satu pun pihak keluarga yang mendampingi CFR.
Nenek CFR baru mengetahui cucunya berada di RSUD setelah sebelumnya mencarinya dan bertanya ke orang di sekeliling kolam renang.
Samidi memastikan bahwa semua langkah penanganan sudah dilakukan secara prosedural.
“Kita sudah sesuai SOP, baik dari pertolongan pertama hingga pencatatan kegiatan,” tegasnya.
Menurutu Samidi, keluarga korban mendapatkan hak asuransi dari PUD Aneka Usaha dan pembiayaan santunan rumah sakit juga telah diberikan.
“Keluarga juga sudah membuat surat pernyataan menerima kejadian ini dan menyatakan bahwa ini murni kecelakaan,” lanjutnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan antisipasi kejadian serupa, PUD Aneka Usaha mengimbau orang tua atau pendamping anak untuk selalu mengawasi secara ketat selama berada di area kolam renang Intanpari.
Samidi menyarankan masyarakat untuk mengikuti program privat berenang di kolam renang Intanpari guna meningkatkan keselamatan.
Ke depan, PUD Aneka Usaha bakal menjalin kerja sama dengan BPBD untuk memberikan pelatihan keselamatan bagi masyarakat umum.
“Selama empat bulan terakhir, pengunjung kami sudah mencapai 115 ribu,” kata Samidi.
“Dengan jumlah (pengunjung) seramai itu, kami terus meningkatkan pengawasan. Kami juga sudah pasang papan imbauan dan menempatkan empat petugas SAR yang aktif memantau di lapangan,” pungkasnya. (rud/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono