Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Terungkap! Mencuatnya Dugaan Korupsi di Dinkes Karanganyar Berawal dari Laporan Masyarakat: Ini Kata Kejari

Rudi Hartono RS • Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:26 WIB
Tim Kejari Karanganyar saat menggeledah kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar terkait dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, Jumat (16/5/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Tim Kejari Karanganyar saat menggeledah kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar terkait dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan, Jumat (16/5/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Penggeledahan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menggemparkan banyak pihak.

Terlebih, penggeledahan yang dilakukan Jumat (16/5/2025) sore itu dalam rangka penyelidikan kasus dugaan korupsi pengandaan alat kesehatan (alkes) di kantor tersebut.

Nominal anggarannya mencapai Rp 7 miliar. Di mana, alkes disebarkan ke puskesmas di Kabupaten Karanganyar.

”Kami menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait dugaan penyelewengan alat kesehatan di Dinkes Karanganyar pada 2023. Kemudian kami tindak lanjuti dengan mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Kasi Intel Kejari Karanganyar, Bonard David Yuniarto, mewakili Kajari Roberth Jimmy Lambilla.

Bonard menambahkan, sejauh ini sudah ada 14 orang yang diperiksa. Baik dari pihak vendor maupun pegawai internal dinkes. Penyelidikan telah dimulai sejak awal pekan lalu.

”Penggeledahan ini dilakukan karena ada kekhawatiran upaya menghilangkan barang bukti dari pelaku,” ujarnya.

Dalam penggeledahan itu, tim Kejari Karanganyar mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni berkas dokumen pengandaan, laptop, dan handphone milik pihak yang terkait.

Bonard juga membeberkan modus dalam kasus ini. Di mana, pelaku melakukan rekayasa e-katalog.

E-katalog sendiri merupakan platform digital yang dikembangkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memfasilitasi pengadaan barang dan jasa oleh instansi pemerintah.

”Oknum di dinkes merekayasa seolah-olah lelang di e-katalog ini berjalan fair, kemudian diarahkan untuk ke pihak tertentu,” bebernya.

 

Di sisi lain, ruang Kepala Dinkes Karanganyar Purwati juga turut digeledah. Purwati juga berada di dalam ruang kerjanya selama penggeledahan. 

Saat ditanya alat kesehatan dalam pengadaan itu, Bonard belum menjelaskan secara detail. Pihaknya menyampaikan penyelidikan masih terus dilakukan untuk melengkapi bukti-bukti. (rud/adi)

 

Editor : Adi Pras
#karanganyar #dinkes karanganyar #alkes #Kejari Karanganyar #korupsi #alat kesehatan