RADARSOLO.COM – Upaya pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Masjid Agung Madhaniyah terus dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar.
Terbaru pada Minggu (25/5/2025), tim penyidik melakukan penggeledahan di dua lokasi di rumah petinggi PT pelaksana proyek Masjid Agung Madaniyah di Kota Bandung.
Kedua tempat tersebut merupakan kediaman HY dan HZ. Masing-masing menjabat sebagai project manager dan side manager PT yang mengerjakan proyek tersebut.
Penggeledahan dilakukan untuk mencari dan menyita data, dokumen, atau barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang tengah diselidiki.
Kajari Karanganyar Roberth Jimmy Lambilla melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Karanganyar Bonard David Yuniarto menjelaskan, izin penggeledahan telah diterbitkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Bandung pada 20 Mei 2025.
"Penggeledahan ini kami lakukan dalam rangka melengkapi alat bukti atas perkara yang sedang kami tangani. Kami mendapatkan sejumlah dokumen penting dari kedua rumah yang digeledah," ujar Bonard.
"Dokumen-dokumen tersebut akan kami pelajari dan dalami lebih lanjut untuk memperkuat konstruksi hukum perkara ini," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bonard menjelaskan penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari proses hukum terhadap tersangka NA, yang sebelumnya telah ditetapkan dan ditahan oleh Kejari Karanganyar.
NA sebagai direktur operasional perusahaan tersebut. Ia diduga memiliki peran sentral dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan proyek yang kini disorot aparat penegak hukum.
Kejari Karanganyar menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana pembangunan rumah ibadah tersebut.
Langkah-langkah hukum akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk memeriksa pihak-pihak yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pelaksanaan proyek.
"Kami tidak berhenti di satu atau dua nama. Kami telusuri seluruh mata rantai yang berkaitan dengan penggunaan dana APBD Karanganyar dalam proyek ini. Tujuannya bukan hanya mencari siapa yang bersalah, tapi juga menyelamatkan kerugian keuangan negara," tegas Bonard.
Sejauh ini, penyidik terus mendalami peran masing-masing pejabat pelaksana proyek, termasuk memeriksa keabsahan dokumen kontrak, laporan keuangan, serta bukti pembayaran yang diduga bermasalah.
Pembangunan Masjid Agung Madhaniyah sendiri merupakan proyek strategis daerah yang pembangunannya menyita perhatian publik, baik karena besarnya anggaran maupun target waktu penyelesaiannya yang sempat molor. (rud/adi)
Editor : Adi Pras