RADARSOLO.COM — Kegiatan sosialisasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) kembali digelar oleh sejumlah tokoh eks JI sebagai bagian dari upaya deradikalisasi yang dilakukan secara mandiri.
Kegiatan tersebut turut melibatkan aparat kewilayahan sebagai bentuk nyata sinergitas antarlembaga pemerintahan dalam menciptakan stabilitas sosial dan keamanan nasional.
Salah satu rangkaian kegiatan digelar dalam bentuk silaturahmi eks JI ke kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, pada Rabu (28/5/2025) sore.
Rombongan eks JI dipimpin langsung oleh Ridwan Shoim dan disambut hangat oleh jajaran pengurus PDM Karanganyar.
Dalam sambutannya, Ridwan Shoim menyampaikan rasa terima kasih kepada PDM Karanganyar yang telah bersedia menerima kehadiran mereka.
Dia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program sosialisasi dan deklarasi (Sosdek) pembubaran JI yang dilakukan atas inisiatif mereka sendiri.
"Silaturahmi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk kembali membaur dengan masyarakat. Prinsip yang kami pegang adalah 2T dan 2K: Trust dan Transparansi, serta Komitmen dan Konsistensi," ujar Ridwan.
Dia juga berharap PDM Karanganyar bersedia membuka ruang bagi eks JI untuk dapat bergabung dan berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat melalui wadah Muhammadiyah.
Menanggapi hal itu, Sekretaris PDM Karanganyar H. Anshori menyambut baik niat baik yang ditunjukkan oleh eks JI.
Dia menegaskan Muhammadiyah terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung, selama mengikuti aturan dan karakter organisasi.
"Organisasi Muhammadiyah memiliki karakteristik yang tegas dalam aspek aqidah dan ibadah, namun dalam hal muamalah kami bersikap luwes. Kami memiliki trilogi gerakan: pendidikan, kesehatan, dan sosial," ujar Anshori.
Dia juga menegaskan, PDM siap memfasilitasi proses bergabungnya para eks JI ke Muhammadiyah melalui cabang dan ranting di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini menandai langkah konkret dan positif dalam upaya integrasi kembali para eks narapidana terorisme ke tengah masyarakat.
Sinergi antara tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan aparat pemerintahan menjadi kunci penting dalam menjaga keutuhan bangsa. (rud/adi)
Editor : Adi Pras