RADARSOLO.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membeli seekor sapi kurban dari peternak lokal di lereng Gunung Lawu, Karanganyar.
Sapi berjenis metal cross dengan bobot lebih dari satu ton tersebut diberi nama Petruk dan berasal dari Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso.
Sapi milik Samijo, 53, seorang peternak kawakan dari Dusun Beruk Wetan, ini rencananya akan dikurbankan pada Idul Adha mendatang di masjid yang berada di sekitar Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Pengiriman hewan kurban dijadwalkan pada Jumat siang (6/6/2025).
Pantauan di lokasi, Samijo terlihat sibuk bersama para pekerjanya mempersiapkan sapi-sapi pesanan masyarakat.
Dia mengaku bangga karena setelah puluhan tahun beternak, salah satu sapinya akhirnya dibeli oleh orang nomor satu di negeri ini.
"Sapi (Petruk) sekarang dikarantina. Kalau belum hari H belum bisa dilihat masyarakat umum,” ujar Samijo saat ditemui pada Kamis siang (5/6/2025).
Samijo menjelaskan, proses karantina dilakukan untuk menghindari penularan penyakit hewan.
Petruk ditempatkan terpisah dari sapi lainnya dan dijaga ketat.
“Kalau saya taruh di kandang biasa, banyak orang keluar masuk. Kalau sampai sakit kan repot. Apalagi ini pesanannya Pak Presiden,” imbuhnya.
Harga sapi yang dipelihara selama lima tahun itu mencapai Rp 100 juta.
Samijo menuturkan, ini bukan kali pertama sapinya masuk daftar kandidat kurban presiden.
Tiga tahun lalu, sepuluh sapi miliknya sempat diuji laboratorium namun belum lolos. Kini, mimpinya terwujud.
Nama Petruk dipilih karena postur sapi yang tinggi dan panjang, mengingatkan pada tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa.
Meski bangga, Samijo mengaku berat melepas hewan yang sudah seperti bagian dari keluarganya.
“Itu (sapi) sudah seperti anak. Manut, penurut banget,” ungkapnya haru.
Penjualan hewan kurban tahun ini juga disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Dari 100 ekor yang disiapkan, lebih dari 70 ekor sudah terjual ke berbagai daerah, termasuk wilayah Solo Raya dan Yogyakarta.
"Kemarin saya kirim enam ekor ke Gus Miftah di Yogyakarta,” pungkas Samijo. (rud/adi)
Editor : Adi Pras