Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jambore Muhammadiyah Nasional Ke-3 Digelar di Tawangmangu Karanganyar, Peserta dari Aceh hingga Papua: Bahas Kebencanaan dan Penguatan Pilar Sosial

Rudi Hartono RS • Jumat, 27 Juni 2025 | 00:11 WIB
Jambore Nasional Muhammadiyah Ke-3 digelar di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/6/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Jambore Nasional Muhammadiyah Ke-3 digelar di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/6/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Suasana sejuk lereng Gunung Lawu Karanganyar menjadi saksi pelaksanaan Jambore Nasional Muhammadiyah Ke-3 yang digelar di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Acara akbar ini diikuti sekitar 1.300 peserta dari seluruh penjuru tanah air. Mulai dari Aceh hingga Papua.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pusat, Budi Setiawan menjelaskan, jambore ini merupakan kelanjutan dari dua jambore sebelumnya, yakni di Bantul dan Malang.

Tahun ini, Karanganyar dipercaya menjadi tuan rumah dalam kegiatan yang bertujuan memperkuat peran Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana dan penguatan masyarakat sipil.

”Kami hadir bukan hanya untuk berkumpul, tapi juga memperkuat kapasitas. Ada seminar nasional, pemutaran film dokumenter kebencanaan, hingga pelatihan kesiapsiagaan berbasis kampus, rumah sakit, dan masjid,” terang Budi, Kamis (26/6/2025).

Tak hanya itu, peserta juga mengikuti delapan kelas diskusi, termasuk dari gerakan Aisyiyah yang fokus pada penanganan sampah.

Serta kegiatan penanaman pohon di lereng Gunung Lawu sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Acara turut diramaikan dengan jalan sehat bersama warga, penguatan empat pilar kebangsaan, dan stan-stan UMKM yang menyajikan produk lokal.

Sebagai bentuk dukungan nyata, juga dilakukan penyaluran bantuan berupa motor trail untuk operasional kebencanaan.

Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Muhammadiyah dalam bidang kemanusiaan.

”Hari ini Muhammadiyah bukan hanya gerakan dakwah, tapi juga panglima tempur dalam penanggulangan bencana. Gotong royong adalah jati diri bangsa Indonesia, dan ini menjadi semangat yang dihidupkan Muhammadiyah,” tegasnya.

Baca Juga: Kasus Korupsi Plasa Klaten Seret Tersangka Baru, Kejati Jateng Tahan Bos PT MMS

Menurutnya, menghadapi bencana bukan soal siap atau tidak siap, tapi tentang kebersamaan dan rasa memiliki terhadap misi kemanusiaan.

”Bencana adalah tanggung jawab kita semua. Dengan latihan dan kesiapan yang terus diasah, saya yakin kita bisa lebih sigap,” katanya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan, kehadiran MDMC Muhammadiyah sangat membantu pemerintah, terutama dalam respon cepat di daerah rawan bencana.

”BNPB sangat terbantu dengan kehadiran teman-teman Muhammadiyah yang kini sedang menggelar jambore nasional ini. Semoga semangat ini terus menular ke masyarakat luas,” ujarnya.

Jambore Nasional Ke-3 MDMC yang juga di hadiri oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto-Adhe Elliana tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi kader.

Tetapi juga forum aktualisasi nilai-nilai kemanusiaan dan penguatan solidaritas dalam menghadapi tantangan bencana di Indonesia. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#tawangmangu #gunung lawu #karanganyar #muhammadiyah #jambore #Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi #mdmc