RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Wakil Bupati Adhe Eliana menutup kegiatan Pelatihan Berdasarkan Kompetensi di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Bangsri, Karangpandan, Karanganyar, Senin (14/7/2025).
Keduanya juga menyerahkan Bantuan Sarana Usaha (BSU) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025 kepada para peserta pelatihan yang telah mengikuti program hingga selesai.
Bupati Rober menyampaikan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya nyata Pemkab Karanganyar untuk mencetak SDM terampil dan siap kerja. Sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang tangguh di berbagai sektor.
”Kami ingin masyarakat tidak hanya dilatih, tetapi juga difasilitasi untuk bisa langsung berusaha dan mandiri secara ekonomi. Inilah salah satu manfaat dari DBHCHT yang kami dorong tepat sasaran,” terang bupati.
Pelatihan yang berlangsung selama beberapa minggu ini mencakup berbagai bidang keterampilan kerja.
Seperti tata rias, menjahit, pengelasan, dan tata boga. Para peserta diberikan pembekalan teori dan praktik langsung oleh instruktur berpengalaman.
”Pemberian BSU menjadi bentuk kelanjutan dari pelatihan, agar para alumni tidak hanya pulang dengan keterampilan, namun juga membawa peralatan usaha sebagai modal awal memulai langkah mandiri di bidang yang dikuasai,” tegas bupati.
Pemkab Karanganyar berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Tony Setiawan mengungkapkan, total anggaran BSU bersumber dari DBHCHT yang diterima BLK Karanganyar mencapai Rp 1,5 miliar. Disalurkan kepada 170 UMKM di Kabupaten Karanganyar.
”Bantuan itu setengah untuk biaya pelatihan, dan setengahnya itu untuk pembelian alat-alat sesuai dengan usaha mereka masing-masing sesuai dengan pengajuan,” terang Tony. (rud/adi)
Editor : Adi Pras