RADARSOLO.COM — Ada yang berbeda di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar dalam menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia tahun ini.
Bukan sekadar umbul-umbul atau bendera, tetapi sebuah kain merah putih raksasa sepanjang 230 meter dengan lebar sekitar 5 meter dibentangkan.
Lokasinya sepanjang jalan masuk Dusun Badan menuju Pasar Batok yang menjadi salah satu destinasi wisata di Kemuning tersebut.
Inisiator sekaligus penasihat karang taruna Himpunan Pemuda Pemudi Badan (HIPBA) Dusun Badan Desa Kemuning, Eko Wuryanto menjelaskan, pemasangan bendera ini bukan hanya untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Tapi juga menghidupkan kembali nuansa malam di Kemuning.
“Jam 7 malam Kemuning itu sudah sepi. Wisatawan biasanya cuma lewat. Kami ingin buat suasana baru di Agustus ini, agar wisatawan juga bisa menikmati suasana malam di Kemuning,” terang Eko saat ditemui Radarsolo.com, Rabu (23/7/2025)
Dijelaskan Eko Ceprek, kain merah putih tersebut sebelumnya sempat digunakan untuk perayaan Agustusan di kawasan wisata Lembah Semilir Ngargoyoso tahun lalu.
Namun pihaknya memutuskan memanfaatkan kembali dengan merubah bentuk kain merah putih tersebut.
“Awalnya ukurannya 35 x 40 meter. Kami potong, kemudian kami jahit ulang sendiri. Kalau di bentangkan lagi ini mencapai 400 san meter lebih. Kemudian ini kita siapkan bambu penyangga. Ada sekitar 100 batang bambu yang kami gunakan untuk menopang bentangan sepanjang 230 meter ini," imbuhnya.
Selain itu, Karang Taruna Dusun Badan juga menghias bagian bawah bentangan dengan lampu-lampu dekoratif.
Hal itu menciptakan suasana malam yang lebih meriah dan Instagramable.
Menurut Eko, pemasangan bendera ini berlangsung selama sebulan penuh hingga 31 Agustus mendatang.
Selama bulan kemerdekaan ini, berbagai kegiatan mingguan juga telah disiapkan untuk meramaikan kawasan.
Seperti Festival Teh, pertunjukan seni budaya lokal, hingga ngopi dan ngeteh bareng pengunjung.
"Nanti pada tanggal 1 Agustus mendatang, panitia berencana mengundang Bupati dan jajaran Forkopimda Karanganyar untuk membuka secara resmi rangkaian kegiatan ini. Dan Kami ingin setiap tahun ada suasana berbeda saat Agustusan. Semoga ini bisa meningkatkan kunjungan wisata di Kemuning Ngargoyoso, terutama di malam hari,” tutup Eko. (rud/adi)
Editor : Adi Pras