RADARSOLO.COM – Kerusakan jalan masih banyak dikeluhkan masyarakat Kabupaten Karanganyar. Terbukti dari banyaknya jenis aduan warga yang masuk ke Pemkab Karanganyar, didominasi masalah infrastruktur.
Rekapitulasi aduan, permintaan informasi, dan aspirasi masyarakat Kabupaten Karanganyar pada Juni menunjukkan bidang infrastruktur jalan tetap menjadi laporan terbanyak selama dua bulan berturut-turut.
Data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karanganyar pada Mei, tercatat ada 21 aduan terkait infrastruktur jalan. Angka itu menurun pada Juni menjadi sembilan aduan.
Selain infrastruktur jalan, bidang ketertiban umum, bantuan sosial, penerangan jalan umum (PJU), dan pendidikan turut masuk dalam lima besar laporan warga.
Total aduan masyarakat pada Juni mencapai 41 laporan, diiringi 36 permintaan informasi dan dua aspirasi. Sehingga total interaksi masyarakat dengan pemerintah berjumlah 79 laporan.
Kepala Diskominfo Karanganyar, Isnan Nur Azis menyebut, seluruh aduan yang masuk telah ditindaklanjuti dan dijawab dengan angka penyelesaian 100 persen. Tidak ada laporan yang ditolak.
”Kami terus mendorong OPD agar responsif terhadap laporan masyarakat. Ini bentuk komitmen pemerintah untuk hadir dan mendengarkan kebutuhan warga,” terangnya, Rabu (30/7/2025).
Laporan yang masuk di antaranya mencakup sektor kependudukan enam permintaan informasi, kesehatan tiga permintaan informasi, dan perizinan dua permintaan informasi.
dapun beberapa bidang baru yang muncul di laporan Juni namun tidak tercatat di Mei adalah sektor UMKM, pajak daerah, dan PBJS/KIS.
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menegaskan, pemkab terbuka terhadap masukan masyarakat.
”Kami harus terus hadir sebagai pelayan masyarakat. Setiap aduan warga adalah masukan berharga untuk membangun Karanganyar yang lebih baik,” tandasnya.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar Margono menjelaskan, dari total 800 kilometer jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Karanganyar, sekitar 200 kilometer masih dalam kondisi rusak.
Meskipun ada efisiensi anggaran, pihaknya tetap berusaha melakukan perbaikan infrastruktur jalan.
”Data kami menunjukkan masih ada sekitar 25 persen jalan yang memerlukan perbaikan. Tahun ini dan ke depan, perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran,” ujar Margono. (rud/adi)
Editor : Adi Pras