Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tari Karang Tumandang Jadi Ikon Baru Kesenian Karanganyar, Ini Makna Filosofis dan Pencetusnya

Rudi Hartono RS • Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:07 WIB
Kesenian Tari Karang Tumandang yang dipentaskan dalam HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Alun-alun Karanganyar, Minggu (17/8/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kesenian Tari Karang Tumandang yang dipentaskan dalam HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Alun-alun Karanganyar, Minggu (17/8/2025). (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kabupaten Karanganyar kini memiliki tarian kebanggaan baru.

Bupati Karanganyar Rober Christanto resmi mematenkan Tari Karang Tumandang sebagai tarian pembuka di setiap acara resmi pemerintahan maupun kegiatan masyarakat.

Keputusan itu dia sampaikan bertepatan dengan momentum upacara penurunan bendera HUT Ke-80 Republik Indonesia di Alun-alun Karanganyar, Minggu (17/8/2025). 

“Tari Karang Tumandang adalah simbol semangat masyarakat Karanganyar. Menggambarkan kekuatan, kerja keras, serta gotong royong yang telah mengakar di bumi Intanpari. Mulai sekarang, setiap kegiatan resmi maupun hajatan budaya, tarian ini akan menjadi pembuka,” tegas Rober.

Seperti diketahui, Tarian Karang Tumandang lahir dari perenungan seniman lokal Karanganyar yang ingin menghadirkan karya tari dengan ciri khas daerah.

Gerakannya memadukan keluwesan gerak tradisional Jawa dengan hentakan gagah yang melambangkan daya juang.

Nama “Karang Tumandang” sendiri bermakna “semangat yang tak pernah runtuh, meski menghadapi berbagai tantangan”.

Dalam pertunjukan, para penari biasanya mengenakan kostum dominan merah dan hitam.

Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan hitam simbol keteguhan hati.

Iringan gamelan dipadu dengan tabuhan kendang cepat, memberikan nuansa energik sekaligus menggetarkan penonton.

“Setiap gerakan tari adalah cerita tentang masyarakat Karanganyar yang selalu siap bekerja keras, bersatu, dan tidak mudah menyerah. Inilah pesan yang ingin kita tunjukkan kepada generasi muda,” jelas salah satu koreografer lokal Ari Kuntarto yang mencetuskan tarian tersebut.

Langkah bupati mematenkan Tari Karang Tumandang mendapat sambutan hangat dari berbagai komunitas seni.

Sejumlah sanggar sudah mulai melatih anak-anak muda untuk menguasai tarian ini.

Bahkan, di beberapa acara desa, tarian ini kini selalu dipentaskan sebagai pembuka.

“Kami bangga Karanganyar punya tarian khas sendiri. Anak-anak muda juga semakin semangat berlatih karena tahu bahwa tari ini kini menjadi ikon daerah,” ujar Ika Merdekawati, salah pelatih tari dari Kecamatan Jaten.

Dengan ditetapkannya Tari Karang Tumandang sebagai tarian resmi pembuka, Karanganyar kini memiliki identitas budaya baru.

Selain menambah khazanah kesenian Jawa, kehadiran tarian ini diharapkan mampu memperkuat citra Karanganyar sebagai kabupaten yang kaya tradisi sekaligus dinamis dalam melestarikan budaya.

“Inilah warisan budaya yang akan kita jaga bersama. Karanganyar harus punya identitas yang dikenang. Dan Tari Karang Tumandang adalah jawabannya,” pungkas Bupati Rober. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#Bupati Karanganyar Rober Christanto #alun-alun karanganyar #kesenian #tari