RADARSOLO.COM – Ratusan santri di Karanganyar kini punya kesempatan baru untuk belajar wirausaha. Program bertajuk Santri Preneur resmi diluncurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar, dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Program ini digagas sebagai bentuk ikhtiar bersama mencetak generasi santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan kewirausahaan untuk menghadapi persaingan di masa depan.
Ketua Baznas Karanganyar Khafindi menegaskan, santri preneur merupakan langkah strategis dalam menguatkan kemandirian ekonomi umat.
”Santri tidak boleh hanya identik dengan mengaji saja. Mereka juga harus dibekali keterampilan usaha agar mampu mandiri, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memberi manfaat untuk masyarakat sekitar. Santri Preneur hadir sebagai jembatan menuju santri yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” ungkap Khafind, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, dalam program ini para santri akan mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan.
Mulai dari pengolahan produk, pemasaran digital, hingga manajemen usaha kecil. Dengan begitu, para santri diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi berbasis pesantren.
Sememtara itu Bupati Karanganyar Rober Christanto menilai program ini sangat relevan dengan visi misi pembangunan daerah.
Dia menyebut pesantren selama ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun ekonomi kreatif yang tumbuh di dalamnya.
”Santri Preneur akan mendorong santri-santriwati agar punya bekal untuk masa depan. Program ini sejalan dengan semangat membangun Karanganyar bersama masyarakat, pemerintah, hingga tokoh pemuda. Dengan Baznas, kita ingin memperluas lapangan usaha, menguatkan UMKM, sekaligus melahirkan wirausaha baru dari lingkungan pesantren,” tegas Rober.
Lebih lanjut, Bupati menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen menggandeng berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus RT, agar gerakan kemandirian ekonomi bisa dirasakan hingga lapisan terbawah.
”Saya berharap, dari pesantren akan lahir wirausahawan muda yang tangguh. Mereka inilah yang kelak menjadi motor penggerak ekonomi Karanganyar,” tutup bupati.
Program Santri Preneur juga diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi berbasis pesantren. Para santri yang selama ini dikenal tekun belajar agama, kini diarahkan agar memiliki keahlian tambahan sebagai wirausahawan. (rud/adi)
Editor : Adi Pras