RADARSOLO.COM - Aksi cekcok di sebuah kafe di Colomadu, Karanganyar berujung maut.
Seorang pemuda tewas ditusuk, seorang lainnya luka parah.
Sementara dua pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Karanganyar.
Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Bondan Wicaksono menjelaskan, kasus itu bermula saat Lutfan Nur Faid, 25, warga Tohudan, Colomadu bersama rekannya Muhammad Handoko, 24, warga Tirtomoyo, Wonogiri tengah berada di sebuah kafe di Jalan Tentara Pelajar, Colomadu, Minggu (17/8/2025) dini hari.
Di lokasi tersebut, keduanya terlibat adu mulut dengan dua pengunjung lain, yakni Rio Toni Sanjaya, 25; dan Nanda Ismail Syafii, 22, warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo.
Pertengkaran yang awalnya di dalam kafe berlanjut hingga area parkiran.
Saat korban hendak pulang dengan mengendarai motor, kedua pelaku membuntuti.
Sesampainya di depan warung Madura, Jalan Tentara Pelajar, korban dipepet.
Tanpa pikir panjang, pelaku yang sudah menyiapkan gunting dan cutter langsung menganiaya korban.
Akibat serangan brutal itu, Lutfan mengalami luka tusuk di leher dan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.
Sementara Handoko menderita luka tusuk di bagian perut dan masih menjalani perawatan.
“Korban dan pelaku sebenarnya tidak saling mengenal. Peristiwa ini dipicu cekcok saat sama-sama dipengaruhi minuman keras,” ujarnya mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto, Jumat (22/8/2025).
Dia menambahkan, setelah berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa gunting, pakaian korban, serta dua unit motor.
Sementara cutter yang digunakan pelaku masih dalam pencarian.
Dua tersangka ditangkap jajaran Satreskrim Polres Karanganyar bersama Polsek Colomadu di rumah masing-masing.
Kini keduanya dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara serta Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun.
Sementara itu, salah satu tersangka sebelumnya juga tercatat menjadi residivis dengan kejahatan yang sama dan sempat diproses di Polresta Surakarta.
Dia adalah Rio Toni Sanjaya. Ia mengaku nekat melakukan pengeroyokan terhadap korban lantaran sebelumnya tersinggung saat berada di cafe tersebut.
"Ya tersinggung aja mas, terus pas pulang itu ternyata ketemu," singkatnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras