RADARSOLO.COM – Museum Manusia Purba Sangiran menggelar pameran di Museum De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar. Pameran digelar mulai Kamis (28/8) hingga setahun mendatang.
Pameran ini mengusung tajuk “Sangiran Sekarang Sambang Masa Lalu, Songsong Masa Depan”. Hadirnya pameran ini diharapkan bisa menambah wawasan pengunjung terkait rekam jejak sejarah manusia purba.
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Abi Kusno menjelaskan, selama pameran ditampilkan replika fosil manusia purba, fosil fauna pleistosen, hingga instalasi edukatif.
“Kolaborasi antara Museum Manusia Purba Sangiran dan Museum De Tjolomadoe, menjadi langkah strategis memperluas akses publik terhadap warisan budaya. Memperkaya pengalaman wisata edukasi, sekaligus memperkuat posisi museum sebagai ruang dialog budaya nan dinamis,” jelas Abi.
Penanggung Jawab Unit Museum Manusia Purba Sangiran Marlia Yulianti Rosyidah menambahkan, pameran ini membawa Sangiran lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, tema besar yang diangkat terbagi menjadi tiga bagian.
Mulai dari Sangiran masa kini yang menampilkan lima klaster unggulan, sambang masa lalu tentang perjalanan evolusi, serta menyongsong masa depan melalui pengembangan Sangiran.
“Pameran ini menjadi ruang dialog antara masa lalu dan masa depan. Serta mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa,” beber Abi.
Sementara itu, Nanda, 15, siswa salah satu SMA di Colomadu, Karanganyar mengaku mendapat banyak wawasan dari pameran tersebut. Mengingat dia tidak memiliki waktu mempelajari sejarah purba secara langsung di Sangiran.
“Pameran di De Tjolomadoe ini sangat membantu sekali ya. Jarak dari rumah dan sekolah juga dekat,” bebernya. (san/fer)
Editor : fery ardi susanto