RADARSOLO.COM – Bupati Karanganyar Rober Christanto mengingatkan siswa agar tidak ikut terprovokasi aksi-aksi yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
Hal itu disampaikan bupati saat memimpin apel pagi di SMAN 1 Karanganyar, Senin (1/9/2025) pagi.
Momentum apel menjadi istimewa karena Rober merupakan alumni sekolah tersebut.
Di hadapan siswa, Bupati Rober mengajak generasi muda untuk fokus belajar, berprestasi, dan menjaga nama baik sekolah serta daerah.
"Jadilah orang-orang yang membanggakan kedua orang tua, membanggakan SMA Negeri 1 Karanganyar, serta membanggakan Indonesia. Saya berharap adik-adik semua bisa meraih kesuksesan ke depan,” ucapnya.
Dalam kunjungannya langsung dengan menggunakan sepeda motor tersebut, Bupati juga menyinggung situasi nasional yang tengah diwarnai maraknya aksi unjuk rasa.
Bahkan, sejumlah pelajar di berbagai wilayah terlibat dalam aksi anarkis hingga merusak fasilitas umum dan diamankan aparat kepolisian.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi pelajaran penting bagi pelajar Karanganyar agar tidak ikut terbawa arus.
"Tugas kalian adalah belajar, belajar, dan belajar. Jangan mudah terpengaruh. Aspirasi bisa disampaikan dengan cara yang benar. Kalau ada keluhan, datang saja ke rumah dinas saya. Kita bisa ngobrol santai, ngopi bersama, agar aspirasi tersampaikan tanpa merugikan siapa pun,” tegasnya.
Bupati menekankan, Karanganyar sebagai tanah kelahiran harus dijaga bersama.
Dia juga meminta guru dan orang tua memperkuat pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam gerakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.
Kegiatan apel tersebut mendapat sambutan antusias dari siswa dan guru.
Kehadiran bupati diyakini memberi motivasi lebih kuat bagi pelajar untuk tetap fokus berprestasi sekaligus menjaga kondusivitas di Bumi Intanpari.
Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana juga melakukan pembinaan serupa dengan menyambangi sejumlah sekolah.
Dia menegaskan pelajar jangan sampai salah arah dalam menyalurkan energi mudanya.
"Pelajar adalah harapan bangsa. Jangan sampai terbawa arus isu negatif, apalagi ikut aksi yang bisa merugikan diri sendiri dan masyarakat. Tugas utama kalian adalah belajar dan berprestasi. Mari kita bersama-sama menjaga Karanganyar tetap kondusif, aman, dan damai,” tutur Adhe.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan kepolisian, diharapkan tidak ada lagi pelajar Karanganyar yang ikut aksi anarkis.
Sebaliknya, generasi muda semakin siap mengukir prestasi sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat. (rud/adi)
Editor : Adi Pras