RADARSOLO.COM – Imbas kerusuhan yang melanda sejumlah daerah, termasuk Kota Solo pada akhir Agustus 2025 lalu terasa hingga sektor pariwisata di Kabupaten Karanganyar.
Data Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) mencatat, jumlah kunjungan wisata di Bumi Intanpari tersebut diketahui anjlok drastis di awal September 2025 ini.
Kabid Destinasi Wisata Disparpora Karanganyar Wini Wulandari menyebut beberapa destinasi wisata mengalami penurunan signifikan.
Salah satunya objek wisata Telagakusuma di Tunggulrejo, Jumantono yang biasanya dikunjungi sekitar 1.000 orang per hari, saat kerusuhan hanya tersisa 500 pengunjung.
“Pas kerusuhan itu separo, hanya 500. Namun, kami belum bisa memastikan apakah murni akibat kerusuhan atau juga karena berbarengan dengan perayaan Agustusan,” ungkapnya, Kamis (4/9/2025).
Penurunan paling tajam terjadi di Candi Cetho, Kecamatan Jenawi. Selisih kunjungan antara akhir pekan sebelum kerusuhan dan setelahnya mencapai 76 persen.
“Di Agrowisata Amanah (Karangpandan) bahkan ada beberapa rombongan yang membatalkan kunjungan,” tambah Wini.
Meski begitu, tidak semua destinasi terdampak. Wisata tubing di Jatiyoso misalnya, tetap stabil.
Disparpora kini masih mendata kondisi lapangan sembari menyiapkan edukasi mitigasi krisis pariwisata dan penguatan SDM generasi muda.
“Yang dikhawatirkan justru wisata buatan. Kalau Karanganyar lebih dari 50 persen wisata alam, Insyaallah lebih aman,” pungkasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras