RADARSOLO.COM – Alas Bromo terletak di Dusun Pelet, Desa Gedong, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.
Selain untuk konservasi dan kegiatan masyarakat, Alas Bromo menyimpan segudang cerita misteri. Terutama yang dialami para petugas di pos jaga.
Sebagai kawasan konservasi, Alas Bromo ditumbuhi berbagai jenis pohon. Termasuk pepohonan langka seperti cendana.
Selain itu, kawasan ini juga sering dimanfaatkan untuk kegiatan camping dan olahraga ekstrem seperti balap off-road.
Di balik indahnya pemandangan di Alas Bromo, terdapat kisah-kisah mistis yang dialami oleh masyarakat setempat. Tak terkecuali petugas di pos jaga.
”Kalau saya sudah sering mengalami kejadian-kejadian mistis. Misalnya suara pintu pos diketuk. Lalu suara pohon jatuh, padahal sebenernya enggak ada,” ujar salah seorang penjaga Alas Bromo Satriyo kepada Radarsolo.com.
Satriyo menambahkan, perjaga lainnya sering mengalami kejadian serupa. Selain pintu pos jaga diketuk, ada juga kejadian suara kunci pintu dibuka.
“Seingat saya, waktu itu pas malam saya dapat giliran jaga sama teman-teman. Lalu saya ditinggal tidur. Tiba-tiba saya dengar ada bunyi kunci pintu dimainkan. Tapi pas saya liat keluar, nggak ada siapa-siapa,” imbuhnya.
Satu hal yang sering terjadi, yakni suara tangisan wanita. Penjaga dan masyarakat sekitar percaya, suara tangisan itu pertanda datangnya musibah. Berupa kecelakaan lalu lintas yang dialmi pengendara yang melintas, keesokan harinya.
Tak hanya di malam hari, tangisan juga terdengar di siang bolong. Kejadian ini pernah dialami Satriyo pukul 11.00
“Kebetulan di sebelah pos sedang ada pembangunan. Tiba-tiba saya dengar suara wanita menangis. Saya tanya ke kuli yang lagi kerja, apakah pakai nada dering wanita menangis? Mereka kompak menggelengkan kepala,” beber Satriyo.
Sehari berselang setelah mendengar suara tangisan, Satriyo mengaku dapat kabar pengendara mengalami kecelakaan.
“Nggak cuma sekali dua kali, tapi sering. Jadi kalau ada suara wanita menangis, itu pertanda besoknya ada orang kecelakaan,” jelasnya.
Di sisi lain, kejadian aneh juga dialmi mahasiswa yang sedang camping di area dekat pendapa Alas Bromo.
Saat itu, ada salah seorang mahasiswa yang berjalan menuju arah tenda. Namun, dalam pandangannya tidak menemukan keberadaan tenda dan teman-temannya yang lain.
Alhasil mahasiswa itu tetap melanjutkan perjalanan hingga sampai di lokasi pohon beringin kembar. Jaraknya sekira 30 menit naik sepeda motor dari lokasi pendopo.
Akhirnya mahasiswa tersebut tersesat dari pukul 23.00 hingga 02.00 dini hari. Dia baru bisa kembali ke tenda, setelah diantarkan oleh warga yang tinggal di sekitar beringin kembar.
“Untungnya bisa selamat. Soalnya waktu itu jalan sendirian di hutan malam-malam. Alhamdulillah bisa kembali ke tenda,” beber Zico, mahasiswa salah satu kampus kenamaan di Solo. (mg3/fer)
Editor : Adi Pras