RADARSOLO.COM – Warga di RW 10, Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar digegerkan dengan merebaknya penyakit chikungunya.
Sejumlah warga mengeluhkan gejala demam tinggi disertai nyeri sendi yang membuat aktivitas mereka terganggu. Kondisi ini bahkan mendorong perangkat desa ikut turun tangan menindaklanjuti keluhan warga.
Kepala Dusun Bakalan, Desa Ngasem, Wahyu mengaku banjir laporan dari warganya terkait penyakit tersebut.
”Banyak warga yang datang dengan keluhan demam dan nyeri sendi. Karena jumlahnya cukup banyak, kami langsung koordinasi dengan pihak desa dan puskesmas,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Mendapat laporan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar bergerak cepat. Pelaksana Harian Kepala Dinkes Karanganyar Yoppy Eka Jatiwibowo menegaskan, pihaknya segera melakukan fogging sebagai langkah awal untuk menekan penyebaran penyakit.
”Fogging ini langkah cepat yang kami ambil untuk memutus rantai penularan chikungunya sekaligus mengantisipasi potensi demam berdarah dengue (DBD), mengingat saat ini curah hujan mulai meningkat di wilayah Solo Raya,” jelas Yoppy.
Namun Yoppy menegaskan fogging bukan satu-satunya solusi. Dinkes juga mendorong warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak mulai tingkat dusun, RT, hingga rumah tangga.
”Sosialisasi sudah kami lakukan lewat bidan desa. Semua pemerintah desa kami dorong untuk menggerakkan warganya agar serentak melakukan PSN. Mulai dari menutup, menguras, hingga mengubur tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Ini kunci utama pencegahan,” tegasnya.
Langkah PSN dinilai efektif karena bisa menekan perkembangbiakan nyamuk penyebab chikungunya dan DBD. Dengan gotong-royong seluruh warga, Yoppy optimistis kasus bisa ditekan.
”Kalau hanya mengandalkan fogging, itu sifatnya sementara. Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan lingkungan secara rutin,” imbuhnya.
Hingga kini, Dinkes Karanganyar masih memantau perkembangan kasus chikungunya di Colomadu. Tim kesehatan juga disiagakan untuk mendata warga yang mengalami gejala serupa dan memastikan mereka mendapat layanan kesehatan yang memadai. (rud/adi)
Editor : Adi Pras