Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

77 Dapur MBG Disiapkan di Karanganyar, 32 Sudah Beroperasi

Rudi Hartono RS • Selasa, 16 September 2025 | 22:34 WIB
Petugas menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) yang siap didistribusikan ke siswa di Kabupaten Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Petugas menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) yang siap didistribusikan ke siswa di Kabupaten Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) perlahan mulai dikerjakan untuk peserta didik dan warga di Kabupaten Karanganyar.

Koordinator BGN Kabupaten Karanganyar Agung Wicaksono mengungkapkan, hingga pertengahan September ini sudah ada 32 dapur yang siap beroperasi. Pihaknya optimistis pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala.

”Untuk Karanganyar, dapur yang sudah siap ada 32. Insya Allah tidak ada kendala. Estimasi total ada 77 dapur yang bisa dijalankan. Jumlah itu bahkan bisa bertambah jika penerima manfaat masih belum terserap secara maksimal,” terang Agung kepada Radarsolo.com, Selasa (16/9/2025).

Agung menambahkan, program MBG menyasar keluarga penerima manfaat (KPM) yang selama ini rentan mengalami masalah gizi, baik karena keterbatasan ekonomi maupun keterbatasan akses pangan sehat.

Dengan hadirnya dapur gizi, diharapkan kebutuhan makanan bergizi dapat terpenuhi secara teratur.

Setiap dapur dilengkapi tim pengelola yang bertugas menyiapkan menu harian sesuai standar gizi seimbang.

Menu difokuskan pada bahan lokal. Seperti sayuran, kacang-kacangan, ikan, telur, serta sumber protein nabati dan hewani lain yang mudah didapat di sekitar wilayah.

”Dapur gizi ini bukan sekadar membagikan makanan. Tetapi sekaligus mengedukasi masyarakat bagaimana pola konsumsi sehat itu penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga,” jelas Agung.

Ke depan, BGN bersama Pemkab Karanganyar akan melakukan evaluasi rutin. Jika dari hasil pemantauan penerima manfaat masih belum maksimal, maka jumlah dapur bisa ditambah.

”Program ini sangat penting. Selain membantu kebutuhan gizi keluarga miskin, juga mendidik masyarakat untuk terbiasa mengonsumsi makanan sehat,” imbuhnya.

Dengan jumlah target 77 dapur gizi yang disiapkan, Karanganyar diharapkan menjadi salah satu daerah percontohan pelaksanaan MBG di Jawa Tengah. Jika sukses, model serupa bisa diperluas ke kabupaten lain.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Warga Desa Tlogowatu di Lereng Merapi Segera Dicarikan Solusi, Pemkab Klaten Siapkan Pipanisasi

”Harapan kami, Karanganyar bisa menjadi contoh bagaimana program dapur gizi ini benar-benar menjawab persoalan stunting, kekurangan gizi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga,” tandas Agung.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.

Selain membantu kesiapan fasilitas dapur, pemkab juga mendorong peran serta desa serta komunitas, masyarakat agar program berjalan berkesinambungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menekankan pentingnya sinergi dalam pelaksanaannya program MBG.

Hal itu untuk memastikan gizi anak-anak terpenuhi dan mendukung tujuan pembangunan kesehatan.

”Esensi program ini bukan semata membuat kenyang peserta didik. Melainkan yakni asupan gizi anak-anak sekolah serta ibu hamil dan menyusui terpenuhi dengan baik.Kalau gizinya bagus, pasti berdampak ke perkembangan otak, dan fisik anak-anak,” tegasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #stunting #Mbg #Makan Bergizi Gratis #Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana