Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Begini Dahsyatnya Kebakaran Kandang di Mojogedang Karanganyar, 9.600 Ekor Anak Ayam Ludes

Rudi Hartono RS • Kamis, 18 September 2025 | 06:37 WIB
Tim damkar berupaya memadamkan api di sebuah kandang ayam di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Rabu (17/9/2025) malam. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Tim damkar berupaya memadamkan api di sebuah kandang ayam di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Rabu (17/9/2025) malam. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Musibah kebakaran menimpa sebuah kandang ayam di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Rabu malam (17/9/2025).

Sekitar pukul 19.30 WIB, api melalap kandang ayam semi permanen berukuran 50 x 10 meter milik Mohamad Arifin, 46, warga Desa Gentungan, Mojogedang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Ribuan anak ayam berumur 4 hari (DOC) tak terselamatkan. Selain itu, puluhan sak pakan ayam juga hangus terbakar.

Kapala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno mengungkapkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga kandang, Sugiarto. Dia mendengar suara gaduh dari dalam kandang ayam.

“Pas dicek petugas itu kaget mendengar suara ayam ribut, pas dicek ternyata api sudah menyala di bagian tengah atas kandang,” ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, Sugiarto langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Dalam hitungan menit, warga berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun, kobaran api cepat membesar karena bangunan kandang terbuat dari rangka bambu dengan atap galvalum yang mudah merambatkan panas.

Api baru dapat dikendalikan setelah tim pemadam kebakaran Karanganyar tiba di lokasi.

Tak lama berselang, petugas BPBD bersama jajaran TNI, Polri, relawan, serta perangkat desa ikut terjun membantu pemadaman dan pengamanan.

Baca Juga: Pemdes Pucang Miliran Berharap Bantuan Alat Kesenian dan Sumur Bor ke Bupati Klaten

"Menurut keterangan saksi, kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik. Dugaan ini masih akan diteliti lebih lanjut oleh pihak berwenang," paparnya.

Kandang semi permanen tersebut rata dengan tanah. Sebanyak 9.600 ekor ayam DOC berusia 4 hari ikut terbakar.

Jika dihitung dengan harga per ekor Rp 9.000, kerugian dari ternak saja diperkirakan mencapai Rp 86,4 juta.

Tak hanya itu, 51 sak pakan ayam masing-masing berisi 50 kilogram juga habis dilalap api.

Belum termasuk kerugian bangunan kandang yang ditaksir bernilai puluhan juta rupiah.

Atas kejadian ini, pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya dalam penggunaan instalasi listrik di area kandang atau bangunan semi permanen.

“Korsleting listrik masih menjadi penyebab terbanyak kebakaran. Warga perlu rutin melakukan pengecekan,” tambahnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi para peternak agar lebih memperhatikan aspek keselamatan.

Terutama dalam pemasangan instalasi listrik di kandang yang berpotensi mudah terbakar. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #kebakaran #kandang ayam #korsleting listrik #damkar #mojogedang