Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tragis! Balita 2,5 Tahun Tewas Tercebur Sumur 15 Meter Saat Ibunya Sibuk Membuat Susu di Karanganyar

Rudi Hartono RS • Sabtu, 20 September 2025 | 19:42 WIB

Balita 2,5 tahun di Karanganyar meninggal dunia setelah tercebur sumur sedalam 15 meter, evakuasi dilakukan tim gabungan.
Balita 2,5 tahun di Karanganyar meninggal dunia setelah tercebur sumur sedalam 15 meter, evakuasi dilakukan tim gabungan.

RADARSOLO.COM - Suasana duka menyelimuti warga Dusun Pencil (Brongkol), Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Sabtu pagi (20/9).

Seorang balita perempuan bernama Arazea Putri (2,5) ditemukan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam sumur di dekat rumahnya, sedalam kurang lebih 15 meter.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan bahwa peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 06.15 WIB.

Saat itu, ibu korban, Rani Rahayu (32), sedang berada tak jauh dari rumah.

Baca Juga: Empat Tersangka Kasus Korupsi Masjid Agung Madaniyah Karanganyar Segera Disidang, Ini Identitasnya

"Arazea berusaha mengambil minuman di dapur dan memanjat penutup sumur yang terbuat dari kayu. Diduga kayu tersebut sudah lapuk sehingga tidak kuat menahan beban," ujar Hendro.

Setelah beberapa saat tidak kembali, Rani melakukan pencarian dan menemukan anaknya sudah tercebur ke dalam sumur.

Tim gabungan dari BPBD Karanganyar, Damkar, TNI-Polri, tenaga medis Puskesmas Jumapolo, perangkat desa, relawan, dan warga, segera bergerak melakukan evakuasi.

"Korban berhasil diangkat sekitar pukul 08.45 WIB, namun dalam kondisi meninggal dunia," tutur Hendro.

"Setelah dievakuasi, dilakukan visum luar oleh tim medis Puskesmas Jumapolo, kemudian jenazah diserahkan ke pihak keluarga," tambah Hendro.

Baca Juga: Produksi Bawang Putih Tawangmangu Capai 23,3 Ton Per Hektare, Bupati Karanganyar Beri Apresiasi Tinggi

Hendro mewakili pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan duka mendalam dan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.

"Kami berbelasungkawa atas musibah ini. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lingkungan rumah lebih aman, terutama untuk anak-anak," lanjut Hendro.

"Sumur, kolam, maupun tempat rawan lainnya sebaiknya diberi pengaman atau penutup agar risiko kecelakaan bisa diminimalkan," pungkas Hendro Prayitno.

Editor : Nur Pramudito
#karanganyar #Balita Tercebur Sumur #balita tewas #sumur