Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cuaca Ekstrem di Karanganyar, Tebing Setinggi 20 meter di Bandardawung Tawangmangu Longsor: Timbun Aliran Irigasi Warga

Rudi Hartono RS • Selasa, 30 September 2025 | 18:49 WIB
Tebing longsor di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar ambrol, Selasa (30/9/2025) pagi. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Tebing longsor di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar ambrol, Selasa (30/9/2025) pagi. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah lereng Gunung Lawu, Senin (29/9/2025) sore kembali memicu bencana tanah longsor.

Tebing setinggi 20 meter dengan panjang sekitar 50 meter ambrol dan menutup aliran Kali Ungkal, tepatnya di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar ambrol, Selasa (30/9/2025) pagi.

Material tanah dan bebatuan menimbun sungai sehingga arus irigasi pertanian terhenti total.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno menyebut laporan kejadian pertama kali datang dari warga sekitar.

“Pagi tadi masyarakat langsung menghubungi BPBD karena longsoran menutup kali. Ini cukup berbahaya. Kalau tidak segera dibuka, air bisa meluap dan berpotensi menimbulkan banjir di kawasan sekitar,” jelas Hendro.

Menurutnya, tim BPBD langsung berkoordinasi dengan relawan dan aparat untuk membuka saluran darurat.

“Kami buatkan jalur air sementara agar aliran tetap berjalan. Saat ini masih proses penanganan, karena material longsoran cukup tebal,” tambahnya.

Meski tidak ada korban jiwa, longsor ini berdampak pada lahan pertanian milik warga.

Sebab, area persawahan di bawah aliran Kali Ungkal terancam kehilangan pasokan irigasi.

“Lahan-lahan pertanian yang mengandalkan aliran sungai ini harus segera mendapat suplai air, kalau tidak, tanaman bisa gagal panen,” imbuh Hendro.

Pantauan di lapangan, proses evakuasi material longsor masih berlangsung. Warga setempat bersama relawan, TNI, dan Polri bekerja sama membuka tumpukan tanah dengan peralatan seadanya.

Beberapa titik sudah mulai terbuka sehingga air bisa mengalir meski belum normal.

Hendro menegaskan, BPBD Karanganyar masih siaga penuh menghadapi potensi bencana, terutama di kawasan rawan longsor seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Jenawi.

“Kami mengimbau warga tetap waspada, apalagi saat hujan dengan intensitas tinggi. Segera laporkan jika ada retakan tanah atau tanda-tanda longsor di sekitar pemukiman,” pesannya.

Dengan kondisi cuaca yang masih labil, BPBD menekankan pentingnya gotong royong masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Selain mengandalkan tim resmi, keterlibatan warga menjadi kunci agar penanganan cepat dan dampaknya bisa diminimalisasi,” pungkas Hendro. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#tawangmangu #BPBD Karanganyar #gunung lawu #karanganyar #saluran irigasi #longsor