Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Komisi X DPR RI Ajak Generasi Muda Karanganyar Cerdas Hadapi AI untuk Hal Yang Positif

Rudi Hartono RS • Minggu, 5 Oktober 2025 | 18:48 WIB

 

Anggota Komisi X DPR R Juliyatmono sosialisasikan penggunaan AI kepada masyarakat.
Anggota Komisi X DPR R Juliyatmono sosialisasikan penggunaan AI kepada masyarakat.

RADARSOLO.COM-Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi derasnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). 

Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ia menggelar sosialisasi di Karanganyar untuk membekali anak muda agar mampu memanfaatkan AI secara positif sekaligus membentengi diri dari dampak negatifnya.

“Perubahan itu keniscayaan. Tapi dampak ikutan negatif ini yang mesti dicermati dengan baik karena pengaruh dari media sosial sangat tinggi,” tegas Juliatmono.

Ia menegaskan, teknologi seperti AI punya dua sisi.

Di satu sisi bisa memberi manfaat luar biasa, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan masalah serius.

Beberapa di antaranya yakni penipuan berbasis AI, pemerasan lewat manipulasi konten digital, hingga penyebaran hoaks yang bisa memicu keresahan.

“Harapannya, generasi muda punya pengetahuan untuk menangkal kejahatan AI. Jangan sampai mereka justru menjadi korban, apalagi pelaku,” katanya.

Juliatmono mendorong generasi muda Karanganyar menjadi kreator aktif, bukan hanya pengguna pasif.

Menurutnya, AI bisa diarahkan untuk hal-hal produktif seperti menciptakan konten positif, mendukung edukasi, hingga mendorong kreativitas.

“Anak-anak muda bisa memviralkan hal-hal baik, menjadi kreator yang produktif sekaligus agen perubahan untuk menangkal kejahatan siber,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi, Dewi Anggraini (21), mahasiswa asal Karangpandan, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari kegiatan ini.

Baca Juga: Skrining TBC di Lapas Wonogiri, Satu Warga Binaan Dinyatakan Positif

“Selama ini saya tahunya AI hanya untuk bikin gambar atau video. Setelah ikut acara ini, saya jadi sadar kalau ada sisi gelapnya juga," terang dia. 

"Tapi saya juga semakin semangat untuk belajar memanfaatkan AI supaya bisa bikin konten edukasi yang bermanfaat,” imbuh Dewi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Komisi X DPR RI agar hasil riset BRIN tidak berhenti di meja peneliti, melainkan bisa diterapkan langsung oleh masyarakat, terutama generasi muda, sebagai benteng sekaligus motor perubahan di era digital. (rud)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#dpr ri #ai #juliyatmono #komisi x