RADARSOLO.COM-Kasus keracunan pelajar setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) hampir merata di Solo Raya. Termasuk di Kabupaten Karanganyar.
Puluhan pelajar di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG berupa nasi goreng, Kamis (9/10/2025).
MBG tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tawangmangu.
Menyikapi fenomena tersebut, Harjanto, pengelola SPPG Tawangmangu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak.
Terutama pihak sekolah, orang tua, dan siswa terdampak keracunan.
"Kami menyadari ada kekeliruan dalam proses pengolahan makanan. Untuk itu, kami minta maaf dan siap bertanggung jawab atas seluruh biaya pengobatan siswa," ujar Harjanto, Jumat (11/10).
Pengelola SPPG Tawangmangu mengakui adanya kelalaian dalam pengolahan menu nasi goreng, yang oleh beberapa murid disebut nasinya terlalu lembek.
Harjanto memastikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses produksi di dapur SPPG Tawangmangu.
Sebagai langkah tanggung jawab, SPPG Tawangmangu yang telah melayani 3.200 penerima manfaat MBG dari 21 sekolah ditutup selama dua pekan ke depan.
Sembari menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan MBG yang diduga memicu gejala keracunan massal.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Elliana memastikan pengobatan gejala keracunan para pelajar digratiskan.
Baca Juga: Jenguk Siswa Keracunan MBG, Wabup Karanganyar: SPPG Tawangmangu Dinonaktifkan
“Kondisinya sudah membaik,” jelasnya. (rud)
Editor : Tri wahyu Cahyono