RADARSOLO.COM- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar bergerak cepat menyusul insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah pelajar di Kecamatan Tawangmangu dan Kecamatan Karanganyar akhir pekan lalu.
Para siswa diketahui mengalami gejala mual dan pusing setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Karanganyar Nugroho menyatakan, pihaknya segera menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru terkait penerimaan dan konsumsi menu MBG di sekolah.
“Kami akan keluarkan surat edaran SOP penerimaan MBG. Jadi, guru harus memastikan kalau ada makanan yang kondisinya diragukan, lebih baik tidak dimakan atau dikembalikan saja,” tegas Nugroho, Senin (13/10).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif agar insiden serupa tidak terulang. Guru dan pihak sekolah diminta lebih cermat dalam menerima kiriman makanan dari penyedia.
Termasuk memeriksa kondisi kemasan, aroma, dan suhu makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
“Tujuan utama program MBG adalah meningkatkan gizi anak-anak, bukan justru menimbulkan kekhawatiran. Maka, pengawasan akan diperketat tanpa menghambat pelaksanaan program,” ujarnya.
Hanya Satu Pasien Tersisa di RSUD Karanganyar, Dinkes Ambil Sampel Makanan Untuk Pastikan Penyebab Keracunan
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar Dwi Russharyati menjelaskan, dari 10 pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD Karanganyar akibat dugaan keracunan tersebut, saat ini hanya tersisa satu pasien yang masih menjalani perawatan.
“Dari sepuluh pasien yang sempat dirawat, semuanya sudah pulang dan kondisi berangsur membaik. Hanya satu pasien dari Tawangmangu,” jelas Dwi Russharyati.
Menurutnya, kasus tersebut melibatkan pelajar dari dua wilayah, yakni SPPG Popongan, Kecamatan Karanganyar, dan beberapa siswa dari Kecamatan Tawangmangu.
Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Dengan penerapan SOP baru dan peningkatan koordinasi lintas dinas, Pemkab Karanganyar berharap program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi para peserta didik tanpa menimbulkan risiko kesehatan. (rud)
Editor : Tri wahyu Cahyono