Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dua Insiden Longsor Terjadi di Karanganyar, Warga Mengungsi: BPBD Imbau Waspada Hujan Deras

Rudi Hartono RS • Senin, 27 Oktober 2025 | 20:26 WIB
Rumah terdampak longsor di Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Minggu (26/10/2025) petang. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Rumah terdampak longsor di Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Minggu (26/10/2025) petang. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karanganyar selama beberapa hari terakhir memicu dua kejadian tanah longsor di dua kecamatan berbeda, yakni di Jatiyoso dan Jumapolo, Minggu (26/10/2025) malam.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut menyebabkan kerusakan bangunan rumah warga serta memaksa sejumlah keluarga mengungsi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno mengungkapkan, peristiwa longsor tersebut terjadi di Dusun Watugede RT 01/V, Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

Longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

Dua rumah milik Larno, 42; dan Mulyono, 36, mengalami kerusakan cukup parah setelah tanah pekarangan di belakang rumah mereka longsor dengan ukuran sekitar 12 x 25 meter.

“Saat kejadian, saya sedang di kamar dan mendengar suara gemuruh keras dari belakang rumah. Setelah dicek, ternyata tanah pekarangan sudah longsor dan mengenai dinding,” ujar Larno.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun karena kondisi hujan masih berlangsung, dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa terpaksa mengungsi ke rumah saudara untuk sementara waktu.

Tim BPBD Karanganyar bersama perangkat desa dan relawan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan, memberikan arahan keselamatan, serta menyalurkan bantuan logistik.

Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Dusun Wates RT 03/09, Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo, pada Kamis (24/10/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

Hujan deras dengan durasi panjang menyebabkan talud sepanjang 6 meter, tinggi 3 meter, tebal 30 sentimeter milik Warni, 60, longsor dan menimpa teras rumah milik Wasis Kuncoro, 43.

Bagian teras rumah mengalami kerusakan pada rangka kayu dan bambu penopang, serta sekitar 200 genting jatuh akibat benturan material longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan dari relawan, BPBD Karanganyar segera mengirim tim ke lokasi untuk melakukan koordinasi dengan aparat setempat guna melakukan pendataan, dan mengirim bantuan logistik bagi warga terdampak.

Hendro mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi intensitas hujan yang masih tinggi.

"Kondisi tanah di beberapa wilayah lereng Karanganyar sudah jenuh air karena hujan terus-menerus. Kami minta warga yang tinggal di sekitar tebing, talud, atau pekarangan curam agar lebih waspada, terutama saat hujan deras berlangsung,” terang Hendro.

Dia menambahkan, pihaknya telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) di sejumlah kecamatan rawan bencana dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta relawan.

"Kami juga sudah menyalurkan bantuan logistik darurat dan melakukan asesmen awal untuk menghitung potensi kerugian. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan warga,” tegasnya.

Hingga saat ini, petugas BPBD masih memantau kondisi di dua lokasi longsor.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan di tanah, suara gemuruh dari lereng, atau aliran air keruh dari sela-sela tanah.

BPBD mengingatkan bahwa bulan Oktober hingga Desember merupakan periode rawan bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin kencang di wilayah lereng barat dan selatan Karanganyar. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#BPBD Karanganyar #karanganyar #jumapolo #longsor #jatiyoso