Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Napak Tilas Raden Mas Said, para Pelajar Telusuri Jejak Perjuangan Pangeran Sambernyawa di Sendang Dahar, Punden Sono, dan Goa Salak Jumapolo

Rudi Hartono RS • Kamis, 6 November 2025 | 02:53 WIB
Pelajar SMP Kebangsaan Barata kembali menggelar napak tilas sejarah perjuangan Raden Mas Said di Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar.
Pelajar SMP Kebangsaan Barata kembali menggelar napak tilas sejarah perjuangan Raden Mas Said di Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar.

RADARSOLO.COM- Puluhan pelajar siswa SMP Kebangsaan Barata kembali menggelar kegiatan tahunan napak tilas sejarah perjuangan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa di Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar.

Kegiatan yang digelar untuk kali ketiga ini untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November, sekaligus Hari Jadi ke-108 Kabupaten Karanganyar.

Kepala Desa Kedawung, Sutarmi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelestarian nilai-nilai perjuangan lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.

“Rute yang dilalui para siswa merupakan jalur bersejarah perjalanan Raden Mas Said saat dikejar penjajah,” ujarnya.

Rute napak tilas meliputi tiga lokasi bersejarah, yakni Sendang Dahar, Punden Sono, dan Goa Salak.

Dari penuturan Sutarmi, perjalanan dimulai dari daerah Cengklik menuju Sendang Dahar.

Di tempat ini, Raden Mas Said disebut sempat beristirahat dan meminum air kelapa muda saat melarikan diri dari penjajah.

Air kelapa tersebut kemudian diyakini menjadi sumber mata air yang kini dikenal sebagai Sendang Dahar.

“Sampai sekarang airnya masih ada. Dulu kalau kemarau panjang, warga mengambil air dari sendang itu,” jelas Sutarmi.

Perjalanan dilanjutkan ke Punden Sono di Dusun Kedawung Tengah.

Di lokasi tersebut, Raden Mas Said menancapkan tongkatnya yang kemudian tumbuh menjadi pohon sono besar. Pohon itu kini disakralkan warga dan menjadi punden desa.

Baca Juga: Cairkan BLT Kesra Rp900 Ribu lewat Kantor Pos Tanpa Harus Antre Lama: Bawa Undangan Barcode, Dana Langsung Cair

Rute terakhir menuju Goa Salak, sebuah gua di tengah hutan yang konon menjadi tempat persembunyian Raden Mas Said dari kejaran penjajah.

Tempat itu juga pernah digunakan warga sebagai lokasi perlindungan saat masa penjajahan.

Sutarmi menambahkan, kegiatan yang diinisiasi SMP Kebangsaan Barata ini merupakan upaya nguri-uri (melestarikan) sejarah lokal sekaligus menanamkan nilai kepahlawanan kepada para siswa.

“Harapannya, generasi muda tidak hanya mengenal pahlawan nasional, tetapi juga pahlawan daerah yang turut berjuang untuk kemerdekaan,” tandasnya. (rud)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#napak tilas #Raden Mas Said #perjuangan #Pangeran Sambernyawa