RADARSOLO.COM – Kado istimewa datang menjelang peringatan Hari Jadi Ke-108 Kabupaten Karanganyar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berhasil menyabet empat penghargaan bergengsi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas komitmen dan kinerja luar biasa dalam mempercepat akses keuangan di daerah.
Penghargaan tersebut diterima pada ajang TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) Award 2025 yang digelar pekan lalu di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Dihadiri langsung Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Pusat Friderica Widyasari Dewi, belum lama ini.
Empat penghargaan tersebut yakni Juara II Kabupaten dengan Program Edukasi dan Inklusi Keuangan Teraktif (Tingkat Jawa Tengah), Kabupaten dengan Program Ekosistem Keuangan Inklusif Terbaik (Tingkat Solo Raya).
Kemudian Juara III Insan Penggerak Literasi dan Inklusi Keuangan (Perintis Keuangan) Tingkat Jawa Tengah, dan Juara Favorit Insan Penggerak Literasi dan Inklusi Keuangan (Perintis Keuangan) tingkat Jawa Tengah.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Karanganyar Sri Asih Handayani menyampaikan, penghargaan ini merupakan bukti keseriusan pemkab dalam menjalankan berbagai program percepatan akses keuangan daerah.
”Kami menyusun dan menjalankan program kerja dengan serius, disertai sinergi lintas sektor antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci utama keberhasilan,” ujar Sri Asih.
Sejak dibentuknya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang sekretariatnya berada di Bagian Perekonomian dan SDA Setda Karanganyar, berbagai program inovatif telah dijalankan.
Salah satunya adalah pengembangan ekosistem keuangan inklusif (EKI) di Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, yang menjadi desa percontohan pada 2025. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan.
Program ini menggandeng OJK, Bank Indonesia, dan sejumlah lembaga keuangan seperti BRI, Bursa Efek Indonesia, Pegadaian, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Sasaran kegiatan meliputi pelaku UMKM, pelajar, perangkat desa, kelompok wanita, hingga komunitas keagamaan.
Selain literasi dan inklusi keuangan, pemkab juga menggalakkan edukasi investasi pasar modal bagi ASN dan perangkat desa, serta kampanye “Gemar Menabung” di kalangan pelajar dengan dukungan BUMD perbankan dan Pemuda Perintis Keuangan.
Asih sapaan akrabnya menambahkan, penghargaan dari OJK tersebut akan menjadi motivasi untuk memperluas program serupa di seluruh kecamatan dan desa di Karanganyar.
”Harapannya, keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam mendorong kemandirian ekonomi dan menghindarkan masyarakat dari jeratan rentenir serta pinjaman online ilegal,” jelasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras