RADARSOLO.COM – Karanganyar kembali mencatatkan prestasi tingkat nasional. Sebanyak 360 perangkat sound system yang dipasang berjajar sepanjang 5 kilometer (km) di Jalan Lawu Kota Karanganyar, Sabtu (15/11/2025) memecahkan rekor MURI.
Parade sound system yang digelar Asosiasi Pengusaha Sound Indonesia (APSI) ini ditetapkan sebagai rangkaian sound system terpanjang dan dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.
Rekor baru tersebut mengalahkan catatan 2022 di Jakarta yang hanya melibatkan 104 unit dengan panjang 3 km.
Piagam penghargaan MURI diserahkan langsung Senior Manager MURI Sri Widayati kepada Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Ketua APSI Nasional Haryanta.
Prosesi penyerahan bersamaan dengan aksi nyetel bareng yang diiringi OM Lorenza membawakan lagu-lagu lawas era 80–90-an. Suasana Jalan Lawu pun berubah menjadi pesta suara yang meriah.
Ketua APSI Nasional Haryanta mengungkapkan, capaian ini merupakan wujud kekompakan dan gotong royong seluruh komunitas sound system, tidak hanya dari Karanganyar tetapi juga sebagian wilayah Solo Raya.
”Kegiatan memecahkan rekor MURI ini adalah keinginan para komunitas pengusaha sound system yang mendapat restu Bupati Karanganyar. Kebetulan juga pelaksanaannya bertepatan dengan HUT Ke-108 Kabupaten Karanganyar,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan rasa bangganya atas suksesnya rangkaian perayaan Hari Jadi Karanganyar tahun ini. Selain parade sound system, festival kesenian tradisional juga berlangsung meriah.
”Saya memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Karanganyar yang telah mendukung kegiatan ini. Semua bergerak bersama dengan semangat gotong royong. Dengan semangat gotong royong, kita akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan lebih baik untuk Karanganyar,” kata Rober.
Selain itu, turut ditampilkan 35 grub Reog Jaran Bigar, salah satu kesenian tradisional unggulan Karanganyar yang kini telah dipatenkan oleh pemerintah daerah.
Pertunjukan reog tersebut menambah semarak perayaan, sekaligus menunjukkan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga eksistensinya. Dengan dua rekor sekaligus, menutup perayaan hari jadinya dengan gemilang. (rud/adi)
Editor : Adi Pras