RADARSOLO.COM – Bupati Karanganyar Rober Christanto menegaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 Pemkab Karanganyar tidak akan mengalokasikan dana untuk pembangunan gedung baru.
Pemerintah daerah memilih memusatkan anggaran pada peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur jalan.
”Untuk infrastruktur tetap berlanjut di 2026. Kalau gedung, no, jelas tidak,” ujar Rober Christanto saat ditemui usai peresmian Gedung Inspektorat belum lama ini.
Bupati menegaskan, keputusan tersebut diambil menyesuaikan kondisi fiskal daerah yang sedang menurun.
Sebelumnya, Rancangan APBD 2026 diproyeksikan turun sekitar 15 persen dibanding APBD Perubahan 2025.
Penurunan terjadi terutama akibat turunnya dana transfer dari pemerintah pusat, yang tercatat menyusut signifikan hingga sekitar Rp 372 miliar.
Meski anggaran berkurang, Pemkab Karanganyar memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Pemerintah daerah berupaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dan memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menutup potensi defisit dan menjaga stabilitas fiskal.
”Kami akan maksimalkan PAD dan BUMD. Program prioritas tetap jalan,” kata Rober.
Dalam penyusunan KUA-PPAS APBD 2026, Pemkab Karanganyar menetapkan perbaikan jalan serta program kesejahteraan masyarakat sebagai fokus utama.
Infrastruktur dasar dianggap lebih mendesak dan berdampak langsung bagi aktivitas warga.
Dampak dari pengetatan anggaran tersebut dimungkinkan sejumlah rencana pembangunan gedung pemerintah terancam tertunda, termasuk pembangunan kantor Dinas Kominfo, serta usulan pembangunan kantor bupati dan kantor DPRD Karanganyar yang sebelumnya sudah masuk dalam rencana pembangunan daerah.
Pemkab Karanganyar memastikan strategi penyesuaian anggaran akan terus dilakukan agar prioritas pembangunan tetap tercapai meski dukungan dana pusat menurun. (rud/adi)
Editor : Adi Pras