Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kolaborasi 23 Dalang Karanganyar Pukau Penonton, Ketua DPRD Jateng Sumanto: Pelestarian Wayang Butuh Perhatian Pemerintah dan Masyarakat

Rudi Hartono RS • Selasa, 25 November 2025 | 20:46 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto apresiasi Paguyuban Dalang Karanganyar yang bergotong royong mementaskan Wayang Kulit selama 30 jam nonstop dengan melibatkan 23 dalang.
Ketua DPRD Jateng Sumanto apresiasi Paguyuban Dalang Karanganyar yang bergotong royong mementaskan Wayang Kulit selama 30 jam nonstop dengan melibatkan 23 dalang.

RADARSOLO.COM- Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto memberikan apresiasi kepada Paguyuban Dalang Karanganyar yang bergotong royong mementaskan Wayang Kulit selama 30 jam nonstop dengan melibatkan 23 dalang.

Pertunjukan kolosal ini digelar dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional dan Dunia pada 7 November 2025 lalu.

Sumanto menilai kolaborasi para dalang Karanganyar sebagai bentuk gotong royong yang patut dicontoh.

Para dalang senior, menengah, hingga junior tampil bergantian tanpa mempersoalkan tarif atau perbedaan grade.

“Mereka bersatu memperingati Hari Wayang Dunia dengan pagelaran 30 jam. Ada dalang level tinggi, menengah, sampai yang bawah. Semua bersatu, itu jauh lebih baik,” ujar Sumanto.

Menurutnya, para dalang muda merasa mendapat kesempatan tampil, sementara dalang senior ikut menonton dan mendukung.

Pola ini, kata Sumanto, menjadi pelajaran berharga bahwa pagelaran kolektif dapat menjadi cara efektif melestarikan wayang.

“Tanpa mereka, saya kira tak ada yang mau melestarikan. Perlu perhatian dari pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

23 Dalang Pentaskan Lakon Bharatayuda Jayabinangun

Pentas berlangsung di kediaman Sumanto di Desa Suruh, Tasikmadu, dan berlangsung sejak Jumat (7/11/2025) malam hingga Minggu (9/11/2025) dini hari.

Para dalang memainkan rangkaian lakon Bharatayuda Jayabinangun, mulai dari Seta Ngraman, Bisma Gugur, Ranjaban Abimanyu, Gatotkaca Gugur, Tirtanata Tigas, hingga Baladewa Muksa.

Acara semakin meriah karena panitia membagikan doorprize berupa kulkas, sepeda, dan hadiah lainnya untuk penonton.

Baca Juga: Meski Anggaran Dipangkas, Sumanto Tegaskan APBD Jateng 2026 Tetap Prioritaskan Visi Lumbung Pangan Nasional

Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar Ki Sulardiyarto Pringgo Carito menyebut, pentas 30 jam ini merupakan bentuk perayaan global atas pengakuan dunia terhadap wayang Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

“Ini ajang konsolidasi dalang Karanganyar untuk terus berkarya. Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi nilai-nilai luhur wayang ke generasi muda,” ujarnya.

para dalang muda merasa mendapat kesempatan tampil, sementara dalang senior ikut menonton dan mendukung.
para dalang muda merasa mendapat kesempatan tampil, sementara dalang senior ikut menonton dan mendukung.

Meski dikenal rutin menggelar pentas wayang setiap bulan, Sumanto menegaskan bahwa ide pagelaran 30 jam ini datang dari para dalang sendiri.

“Ini ide teman-teman dalang. Mereka yang bersatu dan saya hanya ikut sumbangsih. Tidak berlebihan, karena tanpa mereka wayang tidak akan lestari,” ucapnya.

Sumanto berharap pentas seperti ini dapat menjadi pendidikan budaya bagi anak-anak, keluarga, dan masyarakat sekitar.

“Minimal mereka mendengar, melihat, dan akhirnya akan senang. Dari situlah pelestarian budaya dimulai,” katanya. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#hari wayang nasional #Ketua DPRD Jateng Sumanto #Hari Wayang Dunia #wayang kulit 30 jam nonstop #Paguyuban Dalang Karanganyar