RADARSOLO.COM – Belasan perwakilan alumni pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan yang berdomisili di Kabupaten Karanganyar menyuarakan aspirasinya ke DPRD setempat, Selasa (2/12/2025) petang.
Mereka berharap bisa mengajar di sekolah wilayah domisilinya serta memperoleh akses masuk ke data pokok pendidikan (dapodik) sebagai syarat resmi menjadi pendidik.
Koordinator PPG Prajabatan Karanganyar, Alvin Cahyo Baskoro menjelaskan, masih banyak lulusan PPG prajabatan yang hingga kini belum bisa mengajar karena tidak terdaftar di dapodik maupun tidak memperoleh penempatan sekolah.
”Kami datang ke DPRD karena teman-teman ada yang belum masuk ke dapodik dan belum bisa bekerja sebagai guru. Padahal pembukaan PPG dulu dari GTK menyampaikan bahwa lulusan PPG bisa langsung mengajar di domisilinya masing-masing. Tapi kenyataannya sampai saat ini belum bisa,” ujar Alvin, Rabu (3/12/2025).
Dia memaparkan, dari 84 lulusan PPG Prajabatan di Karanganyar, baru 64 orang yang sudah mengajar.
Sisanya belum mendapat tempat, bahkan ada yang belum pernah mengajar sama sekali. Sebagian justru ditempatkan di luar Jawa.
Menurut Alvin, proses penempatan menjadi rumit karena sejumlah sekolah negeri sudah terisi oleh tenaga honorer.
Sementara beberapa sekolah swasta menolak menerima lulusan PPG prajabatan karena dianggap diperuntukkan bagi jalur ASN.
”Ada sekitar 11 teman yang sebelumnya sudah ‘mengunci’ kesempatan mengajar di sekolah negeri, tapi katanya tetap tidak bisa karena sudah diisi honorer. Harapan kami tahun depan bisa diprioritaskan untuk ikut tes dan mendapat kepastian,” tegas Alvin.
Anggota Komisi D DPRD Karanganyar Suparmi menegaskan, pihaknya tidak ada niat mempersulit para lulusan PPG Prajabatan untuk masuk ke dapodik.
Menurutnya, persoalan tersebut harus dipahami bersama karena proses pendataan mengikuti ketentuan yang berlaku.
”Kaitannya dengan data dapodik itu tolong dipahami, karena tidak ada kalimat untuk mempersulit. Sebenarnya kita masih kekurangan guru,” ujar Suparmi.
Dia mengaku prihatin dengan kondisi lulusan PPG yang berpotensi menjadi tenaga pendidik profesional di Karanganyar.
”Kami berharap teman-teman PPG Prajabatan terus berkomunikasi dengan dinas terkait ataupun kami di DPRD. Kita bisa diskusi bersama. Tolong datanya dilengkapi dengan baik mulai kapan mengajar dan mengajarnya di mana agar bisa dikomunikasikan dengan kami maupun Disdikbud Karanganyar,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras