RADARSOLO.COM-Polres Karanganyar menyelidiki penyebab kematian Sigit Joko Purnomo dan Pujo Buntoro, peserta lomba lari ekstrem Siksorogo Lawu Ultra 2025 di Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (7/12/2025).
Keduanya meninggal dunia saat mengikuti lomba kategori 15 kilometer.
Humas Polres Karanganyar Iptu Mulyadi menjelaskan, Sigit Joko Poernomo meninggal dunia akibat serangan jantung saat berada di Bukit Mitis Km 12 rute lomba.
“Korban mendadak pingsan saat lomba berlangsung. Berdasarkan informasi awal, korban mengalami serangan jantung dan tidak tertolong meski sudah diberikan pertolongan pertama oleh petugas medis,” jelas Iptu Mulyadi.
Sedangkan Pujo Buntoro meninggal dunia dengan dugaan gangguan pernapasan akut.
Pujo Buntoro diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru dan mengalami sesak napas sebelum akhirnya pingsan di Bukit Cemoro Wayang Km 8.
“Kondisi korban kedua diperberat riwayat penyakit paru-paru. Dugaan sementara korban mengalami gagal napas di tengah lintasan,” ujar Mulyadi.
Peristiwa tersebut terjadi saat cuaca buruk dan hujan lebat yang diduga memperberat kondisi fisik korban.
Petugas PMI dan marshal lomba lari Siksorogo Lawu Ultra sempat memberikan penanganan darurat di lokasi kejadian. Tapi sayang, nyawa korban tak tertolong.
Medan yang terjal serta hujan deras membuat proses evakuasi memakan waktu cukup lama.
Sigit Joko berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.30, sedangkan Pujo Buntoro pukul 15.30.
Mereka segera dievakuasi ke RSUD Karanganyar.
Pihak kepolisian menegaskan, faktor kesehatan menjadi penyebab utama meninggalnya dua peserta Siksorogo Lawu Ultra 2025.
“Hingga saat ini tidak ditemukan unsur pidana. Fokus kami pada penanganan dan pendataan korban,” tegas Iptu Mulyadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan risiko lomba lari lintas alam yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, khususnya bagi peserta dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru, terlebih saat kondisi cuaca ekstrem. (rud)
Editor : Tri wahyu Cahyono